Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Dirlantas Polda Gorontalo Ungkap Data Lakalantas Terbaru: Kabgor Tertinggi, Bone Bolango Paling Fatal

40
×

Dirlantas Polda Gorontalo Ungkap Data Lakalantas Terbaru: Kabgor Tertinggi, Bone Bolango Paling Fatal

Sebarkan artikel ini
Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono.

GOSULUT.ID – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo merilis hasil analisa kecelakaan lalu lintas Semester I Tahun 2026.

Kabupaten Gorontalo (Kabgor) tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi. Sementara Kabupaten Bone Bolango memiliki tingkat fatalitas paling besar.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Selama periode Januari–Juni 2026, Kabupaten Gorontalo mencatatkan 60 kejadian kecelakaan. Angka ini paling tinggi dibanding daerah lain.

Posisi selanjutnya ditempati Kota Gorontalo dengan 43 kejadian. Lalu Kabupaten Pohuwato 33 kejadian, Boalemo 24 kejadian, Gorontalo Utara 15 kejadian, dan Bone Bolango 14 kejadian.

“Untuk wilayah, paling banyak terjadi di Kabupaten Gorontalo sebanyak 60 kasus. Disusul Kota Gorontalo 43, Pohuwato 33, Boalemo 24, Gorontalo Utara 15, dan Bone Bolango 14 kasus,” ujar Dirlantas Polda Gorontalo Kombes Pol Lukman Cahyono kepada awak media.

Meski jumlah kejadiannya paling sedikit, Bone Bolango justru memiliki angka kematian paling tinggi. Dari 14 kasus laka, 9 orang meninggal dunia. Fatality rate-nya mencapai 64%.

Pohuwato berada di urutan kedua. Dari 33 kejadian, 16 korban meninggal dengan tingkat fatalitas 48%.

Kabupaten Gorontalo sendiri mencatat 22 korban meninggal dari 60 kejadian, atau 37%. Gorontalo Utara 5 korban dari 15 kejadian, fatalitas 33%.

Boalemo 4 korban dari 24 kejadian dengan fatalitas 17%. Kota Gorontalo paling rendah, 4 korban dari 43 kejadian atau 9%.

“Boalemo 4 meninggal dari 24 kejadian. Kota Gorontalo paling rendah, 4 meninggal dari 43 kejadian,” jelas Lukman.

Menurut Dirlantas, data ini akan dijadikan dasar untuk menentukan langkah pencegahan. Fokusnya pada peningkatan edukasi keselamatan dan penegakan hukum di wilayah dengan angka kejadian dan fatalitas tinggi.

“Evaluasi ini penting agar kita bisa menekan angka kecelakaan dan korban jiwa. Kami harap masyarakat juga lebih tertib berlalu lintas,” tegasnya.

Share :