Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Hadapi Tantangan Posyandu, Maryam Sofyan Puhi Beberkan 4 Langkah Strategis

41
×

Hadapi Tantangan Posyandu, Maryam Sofyan Puhi Beberkan 4 Langkah Strategis

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi saat memberikan sambutan. (Foto: Aldy/Gosulut)

GOSULUT.ID – Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi membeberkan 4 langkah strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan Posyandu di daerah.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Rapat Advokasi, Koordinasi dan Bimbingan Teknis Tim Pembina Posyandu di Grand Bukit Proja, Kamis (6/8/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi ini menjadi forum penguatan peran Posyandu di era transformasi pelayanan dasar.

Dalam sambutannya, Maryam Sofyan Puhi menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi Tim Pembina dan kader Posyandu di lapangan.

“Tantangannya mulai dari keterbatasan kapasitas kader dalam memahami konsep Posyandu 6 bidang SPM, belum meratanya sarana prasarana, sistem koordinasi dan pelaporan yang belum optimal, hingga dukungan anggaran,” jelas Maryam.

Ia menyebut, jika 4 persoalan ini tidak segera dibenahi, maka fungsi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat tidak akan berjalan maksimal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Maryam merumuskan 4 langkah strategis yang harus dikawal bersama:

1. Perkuat Kelembagaan Posyandu.

Pembinaan harus dilakukan secara sistematis hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Kelembagaan yang kuat akan membuat program lebih terstruktur dan berkelanjutan.

2. Tingkatkan Kapasitas Kader.

Kader perlu pelatihan dan pendampingan berkelanjutan berbasis 6 bidang Standar Pelayanan Minimal.

3. Dorong Integrasi Lintas Sektor

Seluruh perangkat daerah terkait harus dilibatkan agar pelayanan Posyandu berjalan terpadu. Tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

4. Pastikan Dukungan Anggaran

Optimalisasi berbagai sumber pembiayaan seperti APBD, Dana Desa, dan sumber lain mutlak diperlukan agar kegiatan Posyandu tidak terhenti.

Maryam juga menekankan pentingnya penguatan sistem pelaporan dan monitoring berbasis data agar hasil kerja Posyandu bisa diukur.

Lebih lanjut, dia menegaskan Posyandu saat ini sudah bertransformasi. Fungsinya tidak lagi sebatas imunisasi dan kesehatan ibu anak.

“Posyandu saat ini telah berkembang menjadi wadah pelayanan terpadu yang mencakup 6 bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial,” terangnya.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. (Adv)

Share :