GOSULUT.ID – DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo menerima kunjungan kerja (Kunker) Anggota DPR RI dari Komisi XII, Rusli Habibie, di ruang kerja pimpinan DPRD, Kamis (6/8/2026). Pertemuan itu dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi daerah yang nantinya akan diperjuangkan di tingkat nasional.
Kunjungan mantan Gubernur Gorontalo dua periode itu diterima langsung Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, didampingi Wakil Ketua I Ridwan Monoarfa, Wakil Ketua II La Ode Haimudin, Ketua Komisi II Mikson Yapanto, Ketua Badan Kehormatan Fikram Salilama, anggota DPRD Meyke M. Camaru, serta Sekretaris DPRD Rifli Katili.
Dalam pertemuan itu, Rusli Habibie menegaskan bahwa tujuan kunjungannya adalah menjaring dan menampung aspirasi seluruh anggota DPRD Provinsi Gorontalo untuk kemudian diperjuangkan di DPR RI.
“Saya datang untuk mendengar langsung aspirasi teman-teman DPRD. Insya Allah semua yang menjadi kebutuhan daerah akan saya perjuangkan di DPR RI,” ujar Rusli.
Ia mengakui tantangan pembangunan di Gorontalo semakin besar seiring menurunnya kapasitas anggaran daerah. Menurutnya, saat dirinya mengakhiri masa jabatan sebagai gubernur pada 2019, APBD Provinsi Gorontalo masih berada di kisaran Rp2,2 triliun, sedangkan saat ini tersisa sekitar Rp1,2 triliun.
“Artinya ada sekitar Rp1 triliun anggaran yang hilang. Dampaknya tentu sangat besar terhadap pembangunan jalan, jembatan, sektor pertanian, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Karena itu, saya akan berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Gorontalo untuk memperjuangkan kebutuhan daerah, meski saat ini pemerintah pusat sedang menerapkan efisiensi anggaran,” katanya.
Rusli juga menegaskan dirinya tidak membedakan aspirasi berdasarkan latar belakang politik.
“Saya tidak melihat anggota dewan itu berasal dari partai apa atau warnanya apa. Semua aspirasi akan saya dengarkan, saya terima, dan saya perjuangkan. Yang ada hanya satu, yaitu kepentingan Merah Putih dan masyarakat Gorontalo,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili mengapresiasi komitmen Rusli Habibie yang membuka ruang komunikasi dengan seluruh fraksi di DPRD.
“Alhamdulillah beliau membuka seluas-luasnya ruang bagi semua fraksi untuk menyampaikan aspirasi. Jadi bukan hanya Fraksi Golkar, tetapi seluruh fraksi menyampaikan berbagai persoalan daerah, mulai dari listrik, pertambangan, hingga kebutuhan pembangunan lainnya,” ujar Thomas.
Dikatakan, Rusli meminta seluruh aspirasi tersebut disusun dalam bentuk proposal agar dapat dibawa dan diperjuangkan di DPR RI.
“Beliau meminta kami menyiapkan proposal-proposal yang nantinya akan dibawa ke beliau untuk diperjuangkan di tingkat pusat,” katanya.
Ia juga berharap komunikasi antara DPRD Provinsi Gorontalo dan Rusli Habibie dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan daerah dapat memperoleh perhatian pemerintah pusat.
“Kami berharap beliau selalu diberikan kesehatan sehingga dapat terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Gorontalo. Beliau bahkan menyampaikan bahwa kapan pun ada kepentingan Gorontalo, beliau siap dihubungi,” ujarnya.
Thomas menambahkan, setelah wafatnya almarhum Rachmat Gobel yang selama ini turut berperan memperjuangkan berbagai kepentingan Gorontalo di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI, Rusli Habibie menyatakan siap melanjutkan perjuangan tersebut.
“Apa yang selama ini menjadi harapan masyarakat kepada almarhum Pak Rachmat Gobel, Insya Allah akan beliau lanjutkan untuk diperjuangkan di DPR RI,” kata Thomas.
Dalam kesempatan itu, Thomas juga mengungkapkan keberhasilan perjuangan Rusli Habibie dalam menghadirkan listrik bagi masyarakat Pulau Dudepo, Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara Menurutnya, kehadiran listrik telah membawa kebahagiaan bagi warga setempat.
“Sudah tiga hari masyarakat Dudepo merayakannya dengan begitu senang arena listrik akhirnya menyala. Setiap malam mereka bergembira dan mendoakan Pak Rusli atas perjuangan beliau,” ungkapnya
Meski demikian, ia mengatakan masyarakat kini kembali menyampaikan aspirasi baru, yakni kebutuhan air bersih.
“Setelah listrik masuk, masyarakat berharap kebutuhan air bersih juga dapat dipenuhi. Mereka meminta agar air dapat dialirkan dari daratan ke Pulau Dudepo. Ini menjadi perhatian kami dan akan kami perjuangkan bersama,” tutupnya.


























