GOSULUT.ID – Dalam rangka diseminasi hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 dan upaya mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan, BPS Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Workshop “Literasi dan Inklusi Keuangan”, Rabu (30/07/2025).
Kegiatan ini me menghadirkan berbagai stakeholder terkait, mulai dari OPD dilingkungan pemerintah provinsi gorontalo seperti BAPPEDA, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), Dinas Komunikasi dan Informasi, dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan, juga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Pegadaian, PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Gorontalo, BPJS Ketenagakerjaan, BSI, BRI, BFI finance, serta dari unsur media.
“Melalui kegiatan workshop ini, kami (l bertujuan menyampaikan SNLIK dengan mengundang pihak terkait termasuk pelaku-pelaku lembaga jasa keuangan,” ungkap Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, hasil survey yang telah dilakukan dapat dipahami dan bisa dimanfaatkan oleh lembaga jasa keuangan dan juga pemerintah.
“Diantaranya, guna menerapkan strategi dan perencanaan yang akan dilakukan kedepan terkait dengan lembaga jasa keuangan,” sambungnya.
Dwi menyampaikan, masyarakat yang sudah teliterasi dengan penggunaan jasa keuangan tidak akan mudah terjebak dengan jasa keuangan yang tidak kredibel.
“Misalnya investasi bodong dan lain-lain, jika literasinya bagus maka masyarakat menjadi teredukasi,” imbuhnya.
Lanjut dwi, begitu juga terkait dengan inklusi, jika pemanfaatan jasa keuangan lebih besar maka perekonomian akan jalan.
“Terutama bagi pelaku UMKM yang mungkin butuh pembiayaan- pembiayaan jadi semakin besar inklusinya, diharapkan akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.























