GOSULUT.ID – Sebanyak 50 pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo mengikuti kegiatan Workshop dan Business Matching, bertempat di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-UMKM) Kamis (27/08/2026).
Kegiatan ini merupakan sinergi dan kolaborasi antara Pegadaian Area Gorontalo dengan Dinas Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo, dengan mengangkat tema “Tingkatkan Kualitas Produk, Perluasan Jaringan, dan Raih Pasar Lebih Luas”
Workshop dirancang untuk memberikan pengetahuan dan strategi praktis kepada pelaku UMKM agar mampu mengembangkan produk unggulan, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.
Kegiatan dibuka oleh Deputi Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Gorontalo Rahmat Hidayat, selanjutnya sambutan oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo, Farid mulyono Yusuf.
Peserta mendapatkan sesi berbagi mengenai produk dari Pegadaian Area. Materi utama workshop mencakup strategi menentukan produk unggulan dan sukses dalam business matching yang disampaikan Rizki Ramadhan Abas, serta materi strategi produk menembus ritel modern oleh Dewisuto BS. Nasaru, serta agenda Business Matching UMKM bersama panitia dan mitra ritel. Sesi ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus membuka peluang kerja sama dengan jaringan ritel modern.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Gorontalo, Rahmat Hidayat menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi strategis antara Pegadaian dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Koperasi dan UKM. Menurutnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi atau sinergi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dalam hal ini melalui Dinas Koperasi dan UKM,” ujar Rahmat.
Dijelaskan, pegadaian sebagai salah satu elemen dalam pembangunan ekonomi nasional memiliki komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan pelaku UMKM. Melalui workshop, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengalaman yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola usaha secara lebih profesional.
“Tujuannya adalah membekali para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar memiliki kekuatan dan kemampuan dalam mengelola bisnisnya,” jelasnya.
Menurut Rahmat, peningkatan kualitas produk menjadi salah satu faktor penting yang harus menjadi perhatian pelaku UMKM. Produk yang berkualitas, memenuhi standar kesehatan, serta memiliki kemasan yang baik akan lebih mudah diterima konsumen dan memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas.
Terlebih, kata dia, sebagian besar pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan itu bergerak di sektor kuliner. Karena itu, aspek keamanan pangan, kualitas produk, hingga standar kemasan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Selain kualitas produk, penguatan jaringan dan relasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Pelaku usaha perlu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, pemasok, pemerintah, komunitas, perbankan, maupun lembaga pembiayaan.
“Jaringan itu sangat penting. Pelaku UMKM perlu membangun relasi dengan pelanggan, supplier, pemerintah, komunitas, perbankan, dan lembaga pembiayaan, terutama dalam memenuhi kebutuhan modal usaha,” katanya.
Rahmat berharap kegiatan tersebut dapat mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan pada kondisi yang ada, tetapi mampu berkembang dan naik kelas. Dengan peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, kualitas produk, serta jaringan pemasaran, UMKM diharapkan semakin siap menghadapi persaingan dan memperluas pasar.
Lebih lanjut dikatakan, pegadaian juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan kepada para pelaku UMKM. Literasi keuangan dinilai penting agar keuntungan yang diperoleh dari usaha dapat dikelola secara bijak, termasuk dengan menyisihkan sebagian keuntungan untuk kebutuhan investasi dan dana cadangan.
Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah produk Tabungan Emas Pegadaian. Rahmat menilai, Tabungan Emas dapat menjadi salah satu pilihan bagi pelaku UMKM untuk membangun aset sekaligus menyiapkan kebutuhan keuangan di masa mendatang.
“Edukasi dan literasi keuangan ini penting agar pelaku UMKM bisa menyisihkan sebagian profit usahanya, misalnya ditempatkan di produk Tabungan Emas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, emas yang telah dimiliki juga dapat menjadi salah satu alternatif sumber pembiayaan ketika pelaku usaha membutuhkan tambahan modal. Dengan demikian, investasi emas tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan aset, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha.
“Misalnya ketika ada kebutuhan untuk memperluas tempat usaha, emas yang dimiliki bisa menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh dana. Jadi, investasi tersebut dapat kembali mendukung pengembangan usaha,” pungkas Rahmat.
Sebelumnya Sekretaris Dinas Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo Farid mulyono Yusuf dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan workshop. Baginya kegiatan itu sangat penting bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pengetahuan, membuka peluang kemitraan, serta meningkatkan daya saing produk.
“Alhamdulillah kegiatan seperti ini bisa terlaksana. Ini tentu berkat dukungan kita semua, terutama Bapak dan Ibu para pelaku UMKM,” ujar Farid.
Ia berharap materi yang diberikan dalam workshop, khususnya terkait strategi menembus pasar ritel modern, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku UMKM.
Farid juga mengajak pelaku UMKM untuk tidak ragu memanfaatkan peluang kemitraan yang ditawarkan Pegadaian. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat menjadi salah satu pintu bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dan memperluas jaringan pemasaran.
“Ini kesempatan bagi Bapak dan Ibu untuk bermitra dengan Pegadaian. Kalau ada yang belum dipahami, silakan ditanyakan. Jangan malu-malu untuk bertanya bagaimana caranya bisa bermitra dengan Pegadaian,” pesannya.
Ia berharap melalui kegiatan itu, tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menghasilkan langkah konkret bagi pengembangan usaha para peserta.
“Insya Allah apa yang disampaikan pihak Pegadaian bisa dipahami dan dihayati dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan workshop ini bermanfaat, meningkatkan kualitas produk, dan membuka peluang agar produk UMKM kita bisa tembus hingga ke pasar ritel modern,” pungkasnya






















