GOSULUT.ID – Kepala Bandar Udara (Kabandara) Djalaluddin Gorontalo Joko Harjani menepis isu telah meloloskan salah satu penumpang pesawat Lion Air tujuan Makassar yang disebut dalam keadaan mabuk.
Joko Harjani menyebutkan bahwa seluruh petugas Bandara atau Aviation Security (Avsec) telah bekerja sesuai dengan SOP terhadap penerbangan sipil.
“Berdasarkan laporan dari rekan-rekan yang bertugas pada hari itu (3 Juli 2025), tidak ditemui atau dikenali adanya potensi-potensi (salah satu penumpang yang disebut dalam keadaan mabuk) yang mengganggu keselamatan penerbangan,” ujar Joko dalam konferensi pers, Minggu (21/09/2025).
Ia menuturkan, bahwa jika salah satu penumpang maskapai Lion Air tersebut terlihat secara kasat mata dalam keadaan mabuk, maka pihaknya pasti membatalkannya untuk berangkat.
“Kalau dia sempoyongan itukan potensi, itu pasti akan kami larang. Dan sudah beberapa kali juga petugas kami melarang atau membatalkan penumpang yang dalam kondisi mabuk,” tutur Kabandara Djalaluddin Gorontalo itu.
Disamping itu, Joko Harjani juga menjelaskan, aturan atau tata cara pemeriksaan penumpang, barang dan kargo yang akan diangkut oleh pesawat yang tertuang dalam keputusan Menteri Perhubungan Nomor 39 Tahun 2024 Tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.
Dalam keputusan tersebut, kata dia, banyak tentang aturan program keamanan penerbangan nasional. Khusus terkait pemeriksaan penumpang ada di BAB 8 Tentang Pengamanan Penumpang, Bagasi dan Kargo.
“Jadi teman-teman Avsec itu melakukan profiling atau memonitor terhadap penumpang yang akan berangkat, memeriksa barang-barang yang akan diangkat dengan menggunakan x-ray, memasuki ruang tunggu hingga penumpang masuk dalam pesawat udara,” katanya.
“Adapun proses pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan, baik terhadap keputusan Menteri Perhubungan maupun dokumen Airport Security Program (ASP),” sambung Joko.
Dia juga menanggapi kemungkinan adanya pihak yang akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
“Apabila ada laporan yang masuk, tentu kami tunduk pada aturan,” tegasnya.
Terakhir, Kabandara Djalaluddin Gorontalo itu menyatakan berkomitmen menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang dengan operasi penerbangan sesuai regulasi yang berlaku.






