GOSULUT.ID – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Pusat Latihan Kerja (PLK) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, untuk mempelajari program pengiriman tenaga kerja magang ke Jepang yang dinilai berhasil menyerap ratusan tenaga kerja sejak tahun 2023.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Gorontalo, Hamzah Muslimin, mengungkapkan kekagumannya atas sistem kerja sama yang telah terbangun antara Pemkab Maros dengan PT SHIN, perusahaan penyedia tenaga kerja yang berbasis di Jawa dan memiliki kemitraan dengan perusahaan-perusahaan di Jepang.
“Kami melihat Pemda Maros hanya menyiapkan fasilitas pelatihan dan asrama, sementara seluruh pelatihan disiapkan oleh PT SHIN. Ini model kerja sama yang patut dicontoh dan bisa diterapkan di gorontalo,” ungkapnya Selasa (28/5).
Dikatakan, Program pelatihan yang berlangsung selama empat bulan ini dikhususkan pada penguasaan bahasa Jepang dan pembentukan karakter kerja. Selama masa pelatihan, para peserta tinggal di asrama yang disediakan pemerintah daerah.
“Setelah pelatihan selesai, PT SHIN akan mengirimkan data peserta ke perusahaan mitra di Jepang. Proses seleksi dilakukan melalui wawancara langsung oleh pihak Jepang, dan tingkat kelulusan peserta mencapai lebih dari 90 persen,” jelasnya.
Salah satu keunggulan program ini adalah adanya kerja sama dengan Bank Sulselbar untuk memfasilitasi pembiayaan keberangkatan. Calon peserta yang telah diterima magang akan mendapat pinjaman dana keberangkatan, yang bisa dicicil setelah mulai bekerja di Jepang.
“Gaji mereka rata-rata Rp17 juta per bulan, bahkan bisa mencapai Rp27 juta. Jadi cicilannya sangat ringan dan tidak memberatkan. Nantinya kalau di Gorontalo tentu dengan Bank SulutGo dengan jaminan surat keterangan dari perusahaan dimana tenaga kerja itu bekerja, iya kan,” tuturnya.
Aleg PDI-P ini menegaskan, Komisi IV melihat peluang besar untuk mengadopsi program ini di Provinsi Gorontalo dalam rangka menyerap tenaga tenaga kerja dan mengurangi pengangguran
“Untuk itu kami akan segera berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja Gorontalo dan menjajaki kerja sama dengan PT SHIN. Saya juga telah memiliki nomor kontak beberapa orang di PT. SHIN yang bisa kita hubungi. Jika ini bisa terwujud, maka akan menjadi solusi nyata untuk menyerap tenaga kerja lokal dengan begitu angka pengangguran di gorontalo semakin berkurang,” tandasnya.







