Oleh : Ibnu Djafar
GOSULUT.ID – Dalam sebuah guyonan santai beberapa ikhwan seperjuangan berkelakar begini, “Pak Ramli itu tdk pernah berhenti bikin kegiatan. Habis satu ivent muncul ide lainnya. Kalau cuma bisa somo kase minum ctm biar dia bisa istrahat dan kita juga bisa bernafas panjang”. Begitu kira² kelakar teman².
Meskipun itu hanya candaan, namun saya berpikir juga, kasihan ya teman² selama ini mendukung penuh berbagai kegiatan yg kami lakukan semenjak Pak Adhan Dambea dan Pak Indra Gobel dilantik jadi Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo.
Sebutlah:(1).Pembentukan Remamuda di 346 masjid (2).Latihan dasar Berorganisasi bagi sebagian pengurus Remamuda.(3) Pelantikan Remamuda.(4) Pesantren Kilat Ramadhan bagi Remamuda.(5) PPIB-9 yg di dukung penuh Remamuda.(6) Pelatihan Belajar cepat Baca Al Quran.
Selain itu ivent yg sedang dirancang saat ini adalah Festival Barzanji kolaborasi antara ibu² majelis taklim dgn Remamuda.
Bahkan dalam otak ini masih ada 4(empat) agenda kedepan yg sedang di rancang yaitu, Workshop “Peta Dakwah & Garis² Besar Haluan Dakwah” di Kota Gorontalo, Pemilihan Duta Masjid Indonesia(DMI) serta Al Quran Camp bagi Pemuda dan Remaja Islam.
Seabrek agenda kegiatan tersebut memerlukan kesiapan kita semua. Teman² pejuang dakwah yg bergabung selama ini tentu dengan ikhlas akan terus membersamai perjuangan, namun mereka juga butuh istrahat untuk memulihkan energy yg terkuras dan itu manusiawi.
Dr. Moh. Natsir mantan Perdana Menteri Indonesia yg terkenal dgn Mosi Integralnya bernah berujar, dlm bukunya Fiqhuh Dakwah, beliau menulis bahwa; “Tugas para Da’i tidaklah ringan, sehari² harus berhadapan dgn umat, terkadang umat tertawa dan menangis karena kepiawayan para Ustadz dlm menyampaikan pesan² ruhiyyah. Tapi begitu dlm perjalanan pulang ke rumah, teringat anak dan istri yg blm makan karena tdk ada bahan masakan di rumah, tapi seorang da’i pejuang tidak akan berhenti dlm tugas dakwahnya hanya karena dapur tdk berasap. Dia siap memikul beban hidup yg penting risalah dakwahnya tersampaikan dgn baik.
Persis seperti ayat:
لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Artinya: “(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui”. (QS. Al Baqarah:273)
Kalau hari ini kegiatan beruntun tanpa jeda, alasannya hanya satu, yaitu Pak Adhan Dambea sebagai Walikota hanya di bolehkan undang-undang hanya satu periode sebab beliau sudah pernah memimpin kota ini pada periode 2008-2013.
Maka perjuangan dakwah 5 tahun kedepan sangatlah singkat, sebab selama kepemimpinan 10 tahun lalu oleh pemerintahan terdahulu, kegiatan keagamaan hanya nampak simbolis seremony belaka, sementara luka kerusakan makin menganga dimana². Sementara umat islam terbagi dalam firqah-firqah kecil dengan menonjolkan kelebihan masing² tanpa berpikir secara komprehenshif bagaimana mengangkat umat yg hari ini makin dalam jurang pemisah dgn para ulama para da’i dan muballigh.
Mari kita camkan baik² pesan Allah dalam Al Quran:
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ٩
“Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya)”. QS.An Nisa ayat 9.
Itulah sebabnya meskipun lelah fisik dan lelah hati, kami terus berikhtiar dalam perjuangan dakwah di Kota Gorontalo ini dgn harapan Kota Serambi Madinah yg menjadi obsesi Walikota Gorontali alm. Medi Botutihe bukan hanya slogan belaka (bukan omon-omon belaka) namun perlahan bisa di wujudkan.
Maka perjuangan dakwah hari ini adalah bagian dari jihad fii Sabilillah yg harus mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Wallahu a’lam.
*Penulis adalah Ketua DPP Remamuda Kota Gorontalo*




