Scroll ke bawah untuk membaca
Opini

Pentingnya Melibatkan Petani Dalam Kegiatan PENAS XVII

185
×

Pentingnya Melibatkan Petani Dalam Kegiatan PENAS XVII

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan merupakan ajang terbesar bagi petani, nelayan, penyuluh, peneliti, dunia usaha, dan pemerintah untuk bertemu, bertukar pengalaman, serta mempelajari perkembangan terbaru di bidang pertanian.

Sejak awal penyelenggaraannya, PENAS dirancang sebagai wahana pembelajaran, pertukaran teknologi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Karena itu, keberhasilan PENAS tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari sejauh mana petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian dapat memperoleh manfaat langsung dari kegiatan tersebut.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Selama ini, dalam beberapa kesempatan, peserta yang difasilitasi menghadiri PENAS lebih banyak berasal dari unsur pengurus kelompok tani atau kontak tani. Padahal, manfaat terbesar justru akan dirasakan apabila petani pelaksana di lapangan juga diberikan kesempatan hadir.

Petani yang sehari-hari mengelola lahan akan lebih mudah memahami dan mengadopsi inovasi ketika mereka melihat langsung penerapan teknologi di lokasi kegiatan. PENAS memang dirancang sebagai ajang belajar, berbagi pengalaman, dan memperkenalkan berbagai inovasi teknologi pertanian kepada petani dari seluruh Indonesia. Melalui kunjungan langsung, petani dapat menyaksikan berbagai teknologi budidaya, alat dan mesin pertanian, pengolahan hasil, pengelolaan usaha tani, hingga praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain. Pengalaman seperti ini sulit diperoleh hanya melalui laporan atau cerita dari peserta yang hadir.

Transfer teknologi akan lebih efektif apabila petani melihat sendiri contoh penerapannya. Dalam berbagai kegiatan PENAS selalu ditampilkan gelar teknologi, demonstrasi lapangan, dan forum diskusi antara petani dengan peneliti maupun penyuluh. Tujuannya adalah meningkatkan penguasaan teknologi tepat guna dan mendorong kreativitas petani dalam mengembangkan usaha taninya.
Ketika petani menyaksikan secara langsung keberhasilan suatu inovasi, tingkat kepercayaan terhadap teknologi tersebut akan meningkat. Mereka dapat bertanya langsung kepada petani lain yang telah menerapkannya, memahami keuntungan dan tantangannya, bahkan membangun jaringan kerja sama yang bermanfaat untuk pengembangan usaha tani di daerah masing-masing.

Gorontalo yang menjadi tuan rumah PENAS XVII 2026 sebenarnya memiliki keuntungan yang luar biasa karena lokasi kegiatan relatif dekat. Dengan jarak yang lebih terjangkau, biaya transportasi dan akomodasi untuk menghadirkan petani tidak sebesar peserta dari provinsi lain.
Kondisi ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas partisipasi petani. Daripada hanya mengirim perwakilan pengurus kelompok tani, pemerintah daerah dan panitia dapat memfasilitasi lebih banyak petani aktif agar datang secara bergelombang untuk menyaksikan kegiatan PENAS. Langkah ini akan memberikan dampak yang jauh lebih besar karena manfaat pengetahuan dan teknologi dapat tersebar langsung kepada para pelaku usaha tani di lapangan. Jika tidak difasilitasi, maka kecil sekali kemungkinan petani kita bisa merasakan hiruk pikuk pelaksanaan PENAS.

PENAS bukan kegiatan seremonial semata. PENAS merupakan forum pembelajaran dan pertukaran teknologi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, motivasi, serta kemandirian petani dan nelayan.

Oleh sebab itu, biaya yang dikeluarkan untuk memfasilitasi kehadiran petani seharusnya dipandang sebagai investasi sumber daya manusia pertanian. Setiap petani yang hadir berpotensi menjadi agen perubahan di desanya. Mereka dapat membawa pulang pengetahuan baru, memperkenalkan teknologi yang lebih baik, dan mendorong peningkatan produktivitas usaha tani.

PENAS akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila petani sebagai pelaku utama pertanian mendapatkan akses seluas-luasnya untuk hadir dan belajar secara langsung. Tidak cukup hanya menghadirkan pengurus kelompok tani atau perwakilan organisasi. Petani perlu difasilitasi agar dapat menyaksikan sendiri perkembangan teknologi pertanian, bertemu dengan sesama petani dari berbagai daerah, serta memperoleh inspirasi untuk mengembangkan usahanya. Disinilah diharapkan kehadiran stakeholder, pemerintah daerah, dan dinas pertanian untuk memfasilitasi mereka.

Semakin banyak petani yang terlibat dalam PENAS, semakin besar peluang percepatan adopsi inovasi pertanian di lapangan. Pada akhirnya, hal tersebut akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, dan kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Penulis: Jamaluddin Hamid (Pemerhati Pertanian).

Share :  
error: Content is protected !!