GOSULUT.ID – Raut kekecewaan terpancar jelas dari wajah Jul Buhang, seorang petani cabai di Desa Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Bagaimana tidak, panen yang dinantikannya justru berbuah kepedihan, lantaran tanaman cabai miliknya diserang hama wereng secara masif.
Kisah pilu ini dibagikan Jul melalui akun Facebook pribadinya, Jul Buhang pada Senin (12/05) malam. Dalam unggahannya, terlihat jelas kondisi buah cabai yang di panennya tidak sempurna akibat serangan hama tersebut.
“Panen ini lebe banya yang mo buang dari pada yang mo ambe, jadi skarang torang so stengah mati karna rica so dapa mentek, so kecewa torang dengan rica yang so jadi begini,” ungkap Jul dalam postingannya.
Saat dikonfirmasi awak media ini, Jul menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah melalui dinas pertanian dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi petani rica.
“Kami berharap ada penyuluhan yang intensif terkait pencegahan hama seperti ini. Kami sebagai petani kecil sangat terpukul dengan kondisi panen seperti ini,” ujarnya dengan nada penuh harapan.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa serangan hama wereng ini datang secara tiba-tiba dan menyebar dengan cepat, sehingga ia tidak sempat mengambil tindakan pencegahan yang efektif.
Kerugian yang dialaminya pun diperkirakan cukup signifikan, mengancam mata pencahariannya dan keluarga.
“Pemerintah daerah dapat segera merespons keluhan petani dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan hama ini, demi keberlangsungan pertanian dan kesejahteraan petani di Bolaang Mongondow Utara,” imbuhnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Gosulut.id terus berupaya mendapatkan tanggapan dari pihak-pihak terkait.


















