Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Optimalkan 6 Bidang SPM, Bupati Gorontalo Dorong Posyandu Turunkan AKI dan AKB

49
×

Optimalkan 6 Bidang SPM, Bupati Gorontalo Dorong Posyandu Turunkan AKI dan AKB

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Bupati Sofyan Puhi mendorong Tim Pembina Posyandu untuk mengoptimalkan layanan Posyandu berbasis 6 bidang Standar Pelayanan Minimal. Optimalisasi ini diharapkan mampu menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Gorontalo.

Dorongan tersebut disampaikan Sofyan saat membuka Pembukaan Bimbingan Teknis Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Gorontalo di Grand Bukit Proja, Sabtu (8/8/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Keberhasilan implementasi Posyandu dengan enam bidang SPM sangat bergantung pada peran aktif Tim Pembina Posyandu, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa/Kelurahan,” ujar Sofyan.

Melalui bimtek ini, ia berharap seluruh peserta memahami konsep enam bidang SPM, mulai dari alur pelayanan hingga sistem pencatatan dan pelaporan.

Sofyan menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, layanan Posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan. Cakupannya diperluas ke 6 bidang SPM yaitu Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, dan Sosial.

“Dengan regulasi ini, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terpadu dan komprehensif,” jelasnya.

Untuk bimtek kali ini fokus pada bidang kesehatan, karena memiliki peran strategis dalam menurunkan AKI dan AKB sebagai indikator utama peningkatan IPM.

Sofyan memaparkan data per Juli 2026. Kematian ibu hamil, bersalin, dan nifas tercatat 12 kasus dengan penyebab preeklamsia, perdarahan non obstetrik, dan trauma obstetrik.

Kematian neonatal dan bayi sebanyak 36 kasus dengan penyebab prematur/BBLR, asfiksia, infeksi, kelainan kongenital, jantung, dan penyakit paru.

“Penurunan AKI dan AKB bukan hanya tugas sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab kolektif lintas sektor yang masif dan terintegrasi,” tegasnya.

Atas nama Pemkab, Sofyan mengapresiasi Tim Pembina Posyandu, narasumber, dan peserta. Ia meminta segera dilakukan penyesuaian layanan di Posyandu agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Pemkab Gorontalo berkomitmen mendukung penguatan kelembagaan Posyandu, peningkatan kapasitas kader, dan penyediaan sarana prasarana.

“Saya berharap setelah kegiatan ini tidak ada lagi keraguan dalam penerapan Posyandu 6 bidang SPM. Kita ingin Posyandu semakin optimal dan menjadi daya ungkit pencapaian target RPJMD,” tutupnya. (Adv)

Share :