Scroll ke bawah untuk membaca
Politik

Menjelang Mubes IX Lamahu, Bona Paputungan Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Berintegritas

621
×

Menjelang Mubes IX Lamahu, Bona Paputungan Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Berintegritas

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Lamahu Paguyuban Gorontalo ke-IX yang akan digelar pada 25 Januari 2026, Bona Paputungan, musisi asal Gorontalo yang dikenal luas lewat lagu “Andai Aku Jadi Gayus” yang fenomenal dan konsisten menyuarakan kritik sosial melalui karya, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas, berpengalaman, serta memiliki jaringan kuat demi kemajuan Lamahu dan masyarakat Gorontalo di perantauan.

Menurutnya, Lamahu membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas personal, tetapi juga komitmen tulus untuk menjaga persatuan dan memperkuat peran organisasi secara berkelanjutan. Ia menilai Mubes IX menjadi momentum penting untuk konsolidasi, regenerasi, dan penguatan visi Lamahu ke depan.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ia menggambarkan persepsi publik terhadap figur Gorontalo di tingkat nasional. Ia menyebutkan bahwa dalam banyak pertemuan di Jakarta, ketika dirinya ditanya berasal dari mana dan menjawab Gorontalo, respons yang kerap muncul adalah penyebutan nama Fadel Muhammad. Menurut Bona, hal tersebut menjadi gambaran bagaimana Gorontalo masih sangat lekat dengan figur-figur yang memiliki rekam jejak nasional, sekaligus menjadi tantangan bagi Lamahu untuk terus melahirkan kader-kader baru yang mampu tampil di panggung nasional.

Terkait pencalonan kembali Fadel Muhammad pada Mubes IX, Bona menyampaikan bahwa Fadel merupakan tokoh Gorontalo yang telah lama berkiprah di Jakarta dan dikenal sebagai tokoh nasional dengan jaringan luas. Selama lima tahun masa kepemimpinan periode 2020–2025, Lamahu dinilai menunjukkan dinamika organisasi yang aktif dan terbuka.

“Dalam beberapa pernyataannya, Pak Fadel menyampaikan bahwa apabila belum ada regenerasi yang benar-benar siap, beliau bersedia melanjutkan kepemimpinan Lamahu. Namun jika telah muncul generasi penerus yang mampu membawa Lamahu ke arah yang lebih baik, beliau juga siap menyerahkan estafet. Ini menunjukkan bahwa yang diutamakan adalah kepentingan organisasi, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ditegaskan bahwa seluruh calon Ketua Umum yang telah mendaftarkan diri pada Mubes IX merupakan sosok-sosok yang memiliki integritas serta jaringan yang kuat. Menurutnya, perbedaan latar belakang dan kapasitas para calon harus dipandang sebagai kekuatan bagi kemajuan Lamahu.

Selama kepemimpinan Fadel Muhammad, Lamahu tercatat aktif menggelar berbagai kegiatan, antara lain Betalo, Halal Bihalal di MPR RI, serta kegiatan silaturahmi melalui open house di kediaman beliau. Rangkaian kegiatan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga tali persaudaraan dan memperkuat kebersamaan warga Gorontalo di perantauan.

Bona berharap siapa pun yang terpilih dalam Mubes IX dapat membawa Lamahu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Ia menekankan pentingnya menghidupkan sektor UMKM, menjaga kesinambungan kegiatan sosial dan budaya, serta memperluas promosi potensi daerah Gorontalo.

“Gorontalo memiliki kekayaan pariwisata yang luar biasa, mulai dari paus, terumbu karang, hingga keindahan laut yang tidak kalah dengan daerah lain. Potensi ini harus terus diperkenalkan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Lamahu harus menjadi bagian dari upaya besar tersebut,” tambahnya.

Dengan kepemimpinan yang berintegritas, kekuatan jaringan, serta semangat kebersamaan, Bona berharap Lamahu dapat terus menjadi organisasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gorontalo, baik di perantauan maupun di daerah asal.

Share :  
Post ADS
error: Content is protected !!