Scroll ke bawah untuk membaca
 
Legislatif

Manaf Hamzah Gaungkan Gerakan Menanam Rica ke Masyarakat Isimu Raya ‎

29
×

Manaf Hamzah Gaungkan Gerakan Menanam Rica ke Masyarakat Isimu Raya ‎

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Legislator DPRD Provinsi Gorontalo asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Manaf Hamzah menggaungkan Gerakan Menanam 10 pohon rica kepada masyarakat saat melaksanakan reses di Desa Isimu Raya, Kabupaten Gorontalo, Jumat (06/11/2026).

Baginya hal ini menjadi salah satu upaya memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi tekanan inflasi dari komoditas cabai rawit.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Manaf menyampaikan, cabai rawit merupakan salah satu komoditas yang kerap memicu kenaikan harga dan memberikan tekanan terhadap inflasi di Gorontalo.
‎
‎”Target saya 10 pohon untuk setiap rumah. Tidak perlu lahan luas, tidak mahal, dan perawatannya relatif mudah. Kalau kebutuhan rica bisa dipenuhi dari pekarangan sendiri, masyarakat tidak perlu terus mengeluarkan uang untuk membeli cabai,” jelasnya.
‎
‎Gerakan tersebut mulai dikembangkan melalui pelatihan penanaman rica dan pembagian bibit berukuran sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Setiap peserta pelatihan mendapatkan 10 bibit untuk ditanam di pekarangan rumah.
‎
‎Program itu dijalankan secara swadaya melalui dukungan para pemerhati dan masyarakat yang bersedia menyumbangkan bibit. Manaf berharap semakin banyak pihak terlibat agar gerakan tersebut dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga.
‎
‎Setelah berjalan sekitar lima bulan, ia berencana menggandeng pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian, untuk memperluas gerakan tersebut. Bahkan, komoditas bawang juga disiapkan sebagai sasaran pengembangan berikutnya.

Selain menggaungkan Gerakan menanam rica, Manaf juga mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja rentan.
‎
‎Sasaran program tersebut meliputi pengemudi bentor, buruh tani, petani, hingga perempuan yang bekerja di sektor pertanian.

Menurutnya, kelompok ini membutuhkan perlindungan jaminan sosial karena setiap hari berhadapan dengan risiko pekerjaan, sementara penghasilan mereka bergantung pada aktivitas sehari-hari.
‎
‎”Kelompok pekerja rentan perlu mendapatkan perlindungan. Pengemudi bentor, buruh tani, termasuk perempuan yang bekerja di sektor pertanian, juga memiliki risiko dalam pekerjaannya. Negara harus hadir memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
‎
‎Upaya mendorong program tersebut telah dikomunikasikan bersama BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo dan pemerintah daerah.

‎Masyarakat terlihat antusias menyimak penjelasan itu, bahkan, sejumlah warga telah menanyakan mekanisme pendaftaran dan biaya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

‎
‎

Share :