GOSULUT.ID – Pembentukan Koperasi Merah Putih di Provinsi Gorontalo telah mencapai target bahkan mendapat apresiasi dan pujian dari Pemerintah Pusat saat launching tanggal 21 Juli 2025 kemarin, namun sayang hingga ini masih sebagian besar belum bisa beroperasi.
Hal ini mendapat atensi dari Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo saat melakukan rapat kerja dengan Dinas Koperasi Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo, Selasa (26/05/2025).
“Jumlah Koperasi Merah Putih kita memang sudah capai target, namun sampai dengan saat ini sebagian besar belum bisa beroperasi atau melaksanakan aktifitasnya, karena berbagai kendala seperti ada yang belum punya kantor, gerainya belum lengkap dan sebagainya sementara yang sudah beroperasi baru 3,” kata Ketua Komisi II, Mikson Yapanto.
Aleg Nasdem itu menegaskan agar kendala-kendala tersebut segera dibenahi sehingga target yang ditetapkan oleh pemerintah bisa dicapai
“Kami minta secepatnya dibenahi agar kopersi merah putih di Gorontalo bisa segera leading karena ini merupakan target pemerintah itu sendiri sebagaimana tujuan utama pembentukannya yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan kemandirian ekonomi melalui partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan penguatan UMKM,” jelasnya
Baginya ada faktor lain yang turut memberikan pengaruh yaitu stigma buruk masyarakat terhadap koperasi yang telah puluhan tahun terbentuk dengan sendirinya
“Tidak bisa dipungkiri, masyarakat masih trauma dengan koperasi dan ini sudah cukup lama akibatnya kepercayaan menurun padahal ini sudah sangat berbeda. Ini perlu sosialisasi yang masif lagi kepada masyarakat begitu juga dengan perekrutan SDM atau pengurusnya, rekrutmennya setidaknya menyasar tenaga atau pemuda- pemuda yang betul-betul punya naluri pedagang atau jiwa enterpreneur supaya dalam kendalinya koperasi itu bisa eksis,” jelas Mikson.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Diskumperindag dari 729 Koperasi baru 44 yang memiliki kantor, 11 gerai sembako, simpan pinjam 6, gerai LPG sebanyak 2, dan apotik 4.
“Jadi baru sekitar 6 persen, dan kami saat ini terus memacu dengan berbagai cara bersama dengan satgas (satuan tugas) provinsi serta kabupaten kota. Bagi yang belum punya kantor diberikan solusi agar menggunakan ruang-ruang kosong di kantor desa. Selain itu anggotanya belum tau menyusun bisnis plan sehingga rata-rata kelemahannya adalah pengurus atau SDMnya sangat minim. Solusi yang diperlukan adalah komunikasi dengan pemerintah daerah, mensosialisasikan kembali pentingnya Koperasi Merah Putih, sementara kelemahan kita adalah pengurus atau SDM yang minim” ujar Kepala Dinas Kumperindag, Risjon Sunge.







