Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Kanwil Ditjenim Gorontalo Pelopori Integrasi DBI dan KBN: Perkuat Intelijen Pesisir dan Kedaulatan Negara dari Akar Rumput

133
×

Kanwil Ditjenim Gorontalo Pelopori Integrasi DBI dan KBN: Perkuat Intelijen Pesisir dan Kedaulatan Negara dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Gorontalo mengukir sejarah sebagai pionir dalam penguatan keamanan perbatasan berbasis masyarakat.

Di bawah inisiasi Kepala Kantor Wilayah, Agung Sampurno, instansi ini resmi meluncurkan integrasi program Desa Binaan Imigrasi (DBI) yang disinergikan dengan Kampung Bahari Nusantara (KBN). Langkah ini menjadikannya kolaborasi pertama di Indonesia yang menyatukan fungsi intelijen keimigrasian dengan instrumen pertahanan maritim dalam satu bingkai kerja terpadu.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Agung Sampurno menjelaskan bahwa penggabungan dua program strategis ini
bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah transformasi kebijakan yang didasarkan pada karakteristik unik wilayah Gorontalo. Menurutnya, wilayah pesisir memiliki kompleksitas kerawanan yang memerlukan penanganan lintas sektor, terutama terkait aktivitas orang asing dan potensi tindak pidana transnasional.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dalam sekat-sekat sektoral. Integrasi DBI dan KBN adalah manifestasi dari kehadiran negara di akar rumput. Di sini, kita membangun sistem
double guard di mana literasi hukum keimigrasian masyarakat diperkuat, sekaligus menjadi mata dan telinga bagi intelijen keamanan negara,”ujar Agung.

Melalui sinergi ini, petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) dan personel TNI AL
di lapangan akan berbagi informasi secara real-time untuk mendeteksi dini potensi
pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal wisatawan di objek wisata
bahari hingga pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kegiatan yang dipusatkan di pesisir Bone Bolango ini juga menghadirkan Immigration Hub (ImiHub), sebuah wadah kolaborasi lintas instansi yang memberikan layanan terpadu secara langsung kepada masyarakat setempat. Layanan yang dihadirkan mulai dari pengurusan paspor, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga bazar UMKM binaan.

“Target kami jelas, menjadikan desa-desa pesisir di Gorontalo sebagai zona tangguh. Jika masyarakatnya sudah teredukasi dan sistem intelijennya terintegrasi, maka celah bagi pelaku kejahatan keimigrasian akan tertutup dengan sendirinya,”tambah Agung.

Langkah inovatif dari Kanwil Ditjenim Gorontalo ini diharapkan dapat menjadi
blueprint nasional bagi wilayah lain di Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara
melalui pendekatan tematik yang adaptif dan kolaboratif. Dengan semangat Asta
Cita, imigrasi kini bertransformasi menjadi garda pelindung yang semakin dekat dan
menyatu dengan masyarakat.

Share :  
error: Content is protected !!