Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Kakankemenag Kabgor Ungkap Alasan Kunjungan Menteri Agama Diundur

82
×

Kakankemenag Kabgor Ungkap Alasan Kunjungan Menteri Agama Diundur

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo, Iswad Abdullah Pakaja.
 

GOSULUT.ID – Rencana kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar ke Gorontalo pada hari ini, Senin 24/8/2026) dipastikan diundur.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Gorontalo, Iswad Abdullah Pakaja menyampaikan langsung kabar tersebut. Menurutnya, penundaan dilakukan karena bentrok dengan agenda nasional Menteri Agama.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Agendanya di bulan Agustus sangat padat. Kebetulan di tanggal yang sama beliau harus mendampingi Bapak Presiden pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal Jakarta,” ujar Iswad saat diwawancarai.

Iswad menegaskan, penundaan bukan berarti pembatalan. Seluruh persiapan yang sudah dikoordinasikan bersama Pemkab Gorontalo, Pengadilan Agama, dan Kantor Pertanahan tetap berlanjut.

Agenda utama dalam kunjungan itu adalah penguatan tata kelola perwakafan. Termasuk penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada sejumlah masjid di wilayah Gorontalo.

“Intinya kegiatan soal perwakafan. Ada penyerahan sertifikat untuk masjid-masjid. Ini kerja sama antara Kemenag, Pemda dan Pertanahan,” jelasnya.

Selain itu, kunjungan juga ditargetkan untuk memperkuat sinergi pelayanan umat antara Kemenag dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Alasan lain, kata Iswad, Menteri Agama ingin durasi kunjungan ke Gorontalo tidak terlalu singkat. Ia berharap bisa berada di daerah selama 2 hingga 3 hari.

Dengan waktu lebih panjang, Menag bisa bertemu Gubernur, bupati/wali kota, dan menyerap aspirasi terkait pelayanan keagamaan.

“Pak Menteri maunya tidak sehari saja. Ada pertemuan dengan gubernur dan seluruh instansi. Kalau singkat, hasilnya kurang maksimal,” katanya.

Untuk itu, kunjungan kemungkinan besar akan dijadwalkan ulang pada September 2026.

“Kita berharap di September jadwalnya sudah pasti. Dengan waktu lebih longgar, semua pemerintah daerah bisa ikut bertemu dan membahas pelayanan umat ke depan,” pungkas Iswad.

Share :