GOSULUT.ID – Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Victor Asiku mengungkapkan hasil inspeksi mendadak (sidak) terkait harga beras di Pasar Kayubulan dan Bongomeme.
“Tadi kami bersama Tim Terpadu yang terdiri dari perwakilan Bappenas, Polda Gorontalo, Polres Gorontalo, Dinas Ketahanan Pangan, DPMPTSP Kabgor melakukan sidak di pasar, dan menemukan harga beras yang dijual di atas HET (Harga Eceran Tertinggi),” ungkap Victor Asiku kepada Gosulut.id usai melakukan sidak, Kamis (23/10/2025).
Ia menuturkan, bahwa harga beras medium yang dijual di pasar itu Rp15.000 per Kilogram, sedangkan dalam ketentuan HET adalah Rp13.500 per Kilogram.
Victor pun membeberkan penyebab harga penjualan beras medium di pasar melebihi HET yakni karena kebanyakan pasokan beras yang beredar di pasar berasal dari luar daerah seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
“Karena pengambilannya dari luar daerah itu cukup tinggi, sehingga harga di pasaran pun melebihi dari HET,” bebernya.
“Sedangkan untuk beras lokal (Gorontalo), itu kita peroleh data dari segi kualitasnya jika dibandingkan dengan beras yang dari luar daerah agak dibawah, sehingga harganya pun demikian kurang lebih Rp14.000-14.500 per Kilogram,” sambung Kadis Perindag Kabupaten Gorontalo itu.
Terakhir, dia menambahkan bahwa hasil sidak tersebut akan dilaporkan ke pemerintah pusat. (Adv)







