Scroll ke bawah untuk membaca
Gorontalo Utara

Heboh Pesan WhatsApp Aktivis Gorut Sebut Siap Sumbang Nyama Demi Calo

570
×

Heboh Pesan WhatsApp Aktivis Gorut Sebut Siap Sumbang Nyama Demi Calo

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Masyarakat Gorontalo Utara kembali dihebohkan dengan sebuah tangkapan layar percakapan di salah satu grup WhatsApp Pejuang P3K yang telah beredar luas di media sosial.

Dimana, seorang bernama Andi Buna yang disebut sebagai koordinator lapangan (korlap) aksi demonstrasi PPPK pada Senin (13/10) lalu menuliskan pesan mengejutkan.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Kalau bentrok saya sumbang nyawa saya demi nama baik calo… kami ada izin, masa kalau sebelah ada izin silakan. Pokoknya saya so siap mati itu saja,” tulis Andi Buna dalam Grup Whatsapp.

‎Pesan itu dikirim pada pukul 08.42 WITA, lengkap dengan video mobil pikap yang diduga akan digunakan untuk mengangkut peralatan aksi.

‎Tak lama kemudian, pesan tersebut dihapus, namun sudah sempat di-screenshot dan tersebar di berbagai platform media sosial.

‎Ungkapan “demi nama baik calo” itulah yang memantik perdebatan panas. Banyak warganet menilai pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa sebagian pihak dalam aksi tersebut tidak murni memperjuangkan aspirasi masyarakat, melainkan diduga berkaitan dengan jaringan “calo” yang selama ini disebut-sebut terlibat dalam perekrutan tenaga PPPK di Gorontalo Utara.

‎Salah satu akun yang membagikan tangkapan layar tersebut menuliskan narasi.

‎”Ditarik… ada apaaaa? Pesan sudah dihapus,”.

Sementara itu, Andi Buna saat dikonfirmasi salah satu wartawan via telepon membantah pesan WhatsApp tersebut.

“Saya tidak pernah bilang begitu. Saya menduga itu editan. Itu juga tidak pengaruh buat saya, lalu apa korelasinya dengan saya kalau misalkan bilang begitu,” ujar Andi, Rabu (15/10/2025).

‎Sementara itu, isu praktik calo dalam seleksi PPPK sebelumnya juga menjadi sorotan publik setelah anggota DPRD Gorut, Dheninda Chaerunnisa, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengaku bisa meloloskan peserta dengan imbalan uang. Imbauan itu justru berujung pada demonstrasi di depan Kantor DPRD Gorut beberapa waktu lalu.

‎Kasus ini kini menjadi perhatian banyak pihak karena memperlihatkan ketegangan antara aktivis, DPRD, dan opini publik yang berkembang di media sosial.

Share :  
error: Content is protected !!