GOSULUT.ID – Dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menyeret Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, terus memicu perhatian publik dan memantik desakan agar aparat penegak hukum segera bertindak.
Aktivis Gorontalo yang kini menetap di Jakarta, Rizal Agu, menegaskan komitmennya mengawal seluruh laporan masyarakat yang telah disampaikan ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo hingga Kejaksaan Agung (Kejagung).
Salah satu sorotan utama adalah pengangkatan anak Ismet Mile dalam “tim kerja bupati” yang dinilai sarat nepotisme.
Praktik tersebut diduga bertentangan dengan UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, khususnya larangan penyalahgunaan wewenang; UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dari KKN.
Meski Ismet Mile pernah menyatakan tim kerja itu telah dibubarkan, hingga kini tidak pernah ada SK pemberhentian yang ditunjukkan ke publik, sehingga memunculkan pertanyaan serius soal transparansi.
Menurut Rizal, lambannya penanganan laporan justru memperkuat dugaan publik.

“Masyarakat sudah melapor sampai Kejaksaan Agung, tapi perkembangan kasus belum jelas. Sebagai putra daerah, saya merasa perlu mengawal, apalagi rekam jejak bupati ini di periode sebelumnya juga bermasalah,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Rizal memastikan langkah advokasi akan segera digencarkan. Surat pemberitahuan aksi telah disiapkan dan akan dimasukkan ke Polda Metro Jaya Pekan depan.
Ia juga tengah mengonsolidasikan pemuda dan mahasiswa di Jakarta untuk melakukan aksi di Kejaksaan Agung dan KPK jika proses hukum tetap tidak menunjukkan kemajuan.
“Surat Pemberitahuan aksi sudah selesai. Senin depan akan saya masukan ke Polda Metro Jaya. Hari ini saya sedang melakukan konsolidasi dengan pemuda atau pun mehasiswa yang sedang berada di ibu kota untuk sama-sama mengawal persoalan ini, yang insya allah dalam waktu dekat akan melakukan aksi demo di Kejaksaan Agung dan KPK untuk mengawal laporan-laporan yang masuk, agar mendapatkan tindak lanjut,” beber Rizal.
Ia mendesak Kejaksaan Agung untuk serius menindaklanjuti laporan dugaan KKN tersebut.
“Saya hanya minta Kejagung untuk menindaklanjuti laporan yang sudah masuk. Kalau tidak, daerah Gorontalo akan makin kisruh dengan persoalan ini yang tak kunjung selesai, karena kejagung sudah berjanji akan menindak lanjuti semua laporan yang masuk, serta akan mencopot Kejari dan Kejati yang enggan usut korupsi di daerah,” tegasnya.
Rizal memastikan akan mengawal persoalan ini hingga tuntas dan meminta Kejaksaan Agung serta KPK segera turun melakukan investigasi agar publik tidak kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum.







