Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

dr. Jeinfer Rivian Lestyorini Terima 10 Rekomendasi RSUP Wahidin, Siap Perkuat Layanan Stroke RSUD Dunda Limboto

123
×

dr. Jeinfer Rivian Lestyorini Terima 10 Rekomendasi RSUP Wahidin, Siap Perkuat Layanan Stroke RSUD Dunda Limboto

Sebarkan artikel ini
Plh Direktur RSUD Dunda Limboto dr. Jeinfer Rivian Lestyorini bersama Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar dr. Annas Ahmad beserta jajaran.

GOSULUT.ID – Upaya peningkatan mutu penanganan stroke di RSUD MM Dunda Limboto terus digenjot. Plh Direktur dr. Jeinfer Rivian Lestyorini menerima 10 poin rekomendasi dari RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Rekomendasi tersebut disampaikan saat pertemuan koordinasi penguatan layanan stroke pada Jum’at (10/7) di Ruang Pertemuan PCC Lantai 5 RSUP Wahidin.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Sebagai Rumah Sakit Pengampu Regional untuk wilayah Indonesia Timur, RSUP Wahidin Sudirohusodo memimpin diskusi bersama jajaran manajemen dan Tim Pengampu Stroke. Direktur Utama dr. Annas Ahmad, Sp.B., FICS, FISQua turut hadir memimpin jalannya pertemuan.

Sebanyak 15 perwakilan dari RSUP Wahidin turut serta. Hadir unsur pimpinan, Kepala Departemen Neurologi, Kepala Brain Center, hingga ketua tim kerja bidang medik, keperawatan, dan penunjang.

Pada forum tersebut, dr. Jeinfer memaparkan gambaran umum pelayanan stroke yang berjalan di RSUD Dunda Limboto saat ini. Mulai dari penanganan di IGD, perawatan di ruang inap, layanan rehabilitasi medik, sampai alur rujukan antar faskes.

Ia juga memaparkan kendala yang dihadapi serta langkah pengembangan layanan stroke secara terpadu di masa mendatang.

“Diskusi saat itu berjalan interaktif. Kami sampaikan fokus pada penguatan tata kelola klinis dan manajerial, peningkatan kompetensi SDM, penguatan jejaring rujukan, serta penerapan standar pelayanan sesuai Kemenkes,” jelas dr. Jeinfer kepada Gosulut.id, Minggu (12/7/2026).

Sebagai rumah sakit pengampu, Tim RSUP Wahidin memberikan 10 arahan strategis untuk RSUD Dunda Limboto:

1. Buat roadmap pengembangan layanan stroke secara bertahap dengan komitmen pimpinan.

2. Bentuk Stroke Team yang melibatkan berbagai profesi: dokter spesialis, perawat, rehab medik, apoteker, radiografer, dan analis lab.

3. Susun Clinical Pathway dan SPO dengan alur jelas dari IGD hingga tahap rehabilitasi.

4. Percepat respon pada kasus stroke akut, seperti target door-to-CT dan door-to-treatment.

5. Bangun sistem registri pasien stroke untuk evaluasi mutu layanan.

6. Tingkatkan kompetensi SDM lewat pelatihan, pendampingan, dan mentoring berkelanjutan.

7. Pererat jejaring dengan faskes lain dan sistem rujukan regional.

8. Lakukan audit klinis serta tinjauan indikator mutu secara rutin.

9. Galakkan edukasi ke masyarakat soal pengenalan gejala awal dan pencegahan faktor risiko stroke.

10. Lengkapi sarana, prasarana, dan teknologi sesuai standar pelayanan stroke nasional.

dr. Jeinfer memastikan seluruh masukan tersebut akan segera dijalankan. Harapannya, angka kecacatan dan kematian akibat stroke di Gorontalo bisa ditekan melalui layanan yang cepat, sesuai standar, dan berkesinambungan.

“Dengan sinergi bersama RSUP Wahidin Sudirohusodo, kami optimis kualitas layanan stroke di RSUD Dunda Limboto semakin meningkat,” tutupnya.

Share :  
error: Content is protected !!