GOSULUT.ID – Provinsi Gorontalo mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi ketiga di kawasan Indonesia timur pada bulan Desember 2025
“NTP Gorontalo pada Desember sebesar 120,89, menempatkannya sebagai yang tertinggi ketiga di kawasan Indonesia Timur dibawah Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara, naik 5,60 persen dari bulan sebelumnya atau November yaitu 114,48,” Ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, Senin (05/01/2026).
Dari 14 provinsi bagian timur Indonesia, 9 (sembilan) provinsi mengalami kenaikan NTP dan 4 (empat) provinsi mengalami penurunan NTP. Penurunan NTP terdalam terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebesar 6,16 persen.
Ia menyampaikan, peningkatan NTP ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani.
“Serta penurunan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal, meskipun indeks harga konsumsi rumah tangga petani mengalami kenaikan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kenaikan NTP pada Desember 2025 terutama terjadi pada subsektor tanaman hortikultura yang melonjak sebesar 95,72 persen serta subsektor tanaman pangan yang meningkat sebesar 0,59 persen.
“Sementara itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan tercatat tidak mengalami kenaikan pada periode yang sama,” sambung Dwi.
Ditambahkan, BPS juga mencatat adanya kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani di Provinsi Gorontalo pada Desember 2025 sebesar 1,62 persen.
“Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik sebesar 2,37 persen,” pungkasnya.







