Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Bupati Sofyan Puhi: Lomba Bertutur Strategi Perkuat Literasi dan Lestarikan Budaya Lisan Gorontalo

57
×

Bupati Sofyan Puhi: Lomba Bertutur Strategi Perkuat Literasi dan Lestarikan Budaya Lisan Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi saat memberikan sambutan.

GOSULUT.ID – Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi menyebut Lomba Bertutur sebagai agenda strategis untuk menumbuhkan kegemaran membaca sekaligus merawat warisan budaya lisan daerah.

Hal itu disampaikan Sofyan Puhi saat membuka kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Gorontalo di Gedung Kasmat Lahay, Selasa (19/05/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Lomba bertutur ini tidak sekadar melatih anak-anak tampil di atas panggung. Kita juga menghidupkan kembali peran tradisi lisan Gorontalo sebagai media pembentukan karakter, agar identitas dan jati diri lokal tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi,” ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, Gorontalo memiliki akar budaya bertutur yang sangat kaya sejak zaman leluhur. Tradisi lisan seperti Tangida, Tuja’i, Luhuto, Tinilo, Tanggomo, hingga Pala-pala telah lama menjadi sarana menyampaikan pesan, mewariskan nilai budaya, ajaran agama, dan sejarah kepada generasi penerus.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan literasi di Kabupaten Gorontalo diukur melalui dua indikator utama yakni Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, kedua indikator tersebut mencerminkan akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan dan minat baca.

Oleh sebab itu, Sofyan menilai lomba bertutur sangat strategis untuk mendorong peningkatan TKM dan IPLM. Ketika anak-anak semakin akrab dengan buku sebagai sumber materi tuturan, budaya membaca akan tumbuh kuat dalam kehidupan mereka.

“Saya berharap melalui panggung ini, literasi masyarakat kita terus meningkat dan pada akhirnya mampu membawa Kabupaten Gorontalo menjadi daerah yang literat, cerdas, dan berdaya saing di tingkat nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sofyan juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo sebagai pelaksana kegiatan, serta Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo atas komitmennya memperkuat budaya literasi.

Kepada peserta lomba, Bupati Kabupaten Gorontalo itu berpesan agar tampil dengan penuh penghayatan, percaya diri, dan semangat.

Dia juga meminta guru pendamping dan orang tua terus menjadi sumber inspirasi dalam menumbuhkan budaya membaca sebagai gaya hidup, serta meminta dewan juri menilai secara objektif dan profesional.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Donny Lahati menjelaskan kegiatan ini diikuti 98 peserta dari seluruh SD/MI di Kabupaten Gorontalo.

Lomba awalnya direncanakan berlangsung 2 hari, kata dia, namun karena antusiasme peserta membludak, durasi diperpanjang menjadi 3 hari.

“Tujuannya dalam rangka membangun anak-anak gemar membaca. Sehingga suatu saat mereka memiliki kebiasaan yang produktif dan memiliki kemampuan serta daya saing ketika dewasa,” kata Donny.

Ia menambahkan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun lalu, Kabupaten Gorontalo berhasil meraih juara 1 tingkat provinsi dan mewakili Gorontalo di tingkat nasional. (Adv)

Share :  
Post ADS
error: Content is protected !!