GOSULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan menggelar gerakan pangan murah yang menyasar sekitar 68 ribu warga penerima di 19 Kecamatan.
Program ini disiapkan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat di tengah potensi fluktuasi harga bahan pokok.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi usai memimpin agenda High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Senin (18/05/2026).
“Yang paling penting pasokan tersedia dan distribusi dipermudah supaya harga tetap terkendali. Karena itu koordinasi dengan seluruh stakeholder terus diperkuat,” ujar Bupati Sofyan.
Gerakan pangan murah akan dilaksanakan bekerja sama dengan Bulog. Distribusi direncanakan menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa agar lebih mudah diakses warga.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah melalui tiga fokus utama yakni memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi dan menjaga harga tetap stabil di pasar.
Selain membahas inflasi, rapat juga menyinggung kesiapan pasokan pangan menjelang pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS) di Gorontalo. Pemkab memastikan kebutuhan pangan seperti beras, ikan, dan komoditas lainnya tetap aman selama agenda nasional berlangsung.
Pemkab Gorontalo berharap program ini dapat membantu masyarakat menjaga daya beli sekaligus mengantisipasi kenaikan harga pangan di pasaran.
Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Tonny S. Junus, Sekda Sugondo Makmur, pimpinan OPD terkait, serta perwakilan Bank Indonesia, Bulog, BPS, dan Pertamina. (Adv)








