Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Bulog Gorontalo Salurkan 5.200 Ton Beras Bantuan Pangan untuk 6 Kabupaten/Kota

139
×

Bulog Gorontalo Salurkan 5.200 Ton Beras Bantuan Pangan untuk 6 Kabupaten/Kota

Sebarkan artikel ini
 

GOSULUT.ID – Perum Bulog Kantor Cabang Gorontalo mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat penerima bantuan pangan (PBP) untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

“Sementara ini kami menyalurkan tiga bulan alokasi, yakni Juli, Agustus, dan September. Kami diberikan waktu oleh Badan Pangan Nasional sampai 30 September untuk menyampaikan bantuan kepada penerima,” ujar Firmansyah selaku Kepala Bulog Gorontalo, Kamis (20/08/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ia menyampaikan, tiga bulan alokasi tersebut, Bulog Gorontalo menyiapkan sekitar 5.200 ton beras yang akan didistribusikan kepada penerima di enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.

“Adapun rinciannya, yakni Kota Gorontalo sebanyak 481,65 ton, Kabupaten Gorontalo 2.059,71 ton, Gorontalo Utara 567,63 ton, Bone Bolango 675,60 ton, Boalemo 700,05 ton, dan Pohuwato 762,27 ton, ” Tuturnya.

Firmansyah menyebutkan, jumlah alokasi tersebut relatif tidak mengalami penurunan jika dibandingkan dengan alokasi bantuan pangan periode Februari-Maret yang telah disalurkan sebelumnya.

“Kalau kami lihat secara rincian pagu antara alokasi Februari-Maret yang sudah disalurkan dengan alokasi yang sementara berjalan ini tidak ada penurunan. Bahkan ada penambahan sedikit di beberapa kabupaten/kota,” jelasnya.

Dijelaskan, jumlah penerima dan alokasi beras di setiap daerah berbeda karena mengacu pada data yang diberikan Bapanas melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penerima bantuan pangan berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4. Perbedaan jumlah penerima di setiap daerah kemudian memengaruhi besaran alokasi beras yang diterima masing-masing kabupaten/kota.

“Untuk pengalokasian dari Badan Pangan Nasional berlaku untuk semua provinsi dan kabupaten/kota, yakni diberikan tiga bulan alokasi. Tetapi angka tonase dan penerimanya berbeda-beda karena sumber data yang Bapanas berikan kepada kami berasal dari DTSEN,” jelasnya.

Untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap proses penyaluran di lapangan.

“Bulog menempatkan petugas pelaksana di desa dan kelurahan yang bertugas menyerahkan bantuan secara langsung kepada penerima sekaligus memastikan administrasi pertanggungjawaban dan dokumentasi berjalan, ” Jelasnya.

Ia berharap penyaluran bantuan pangan tersebut dapat berjalan tepat sasaran dan tepat waktu. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga beras.

“Harapan kami program ini bisa berjalan tepat sasaran dan tepat waktu. Bantuan pangan ini tujuannya untuk meringankan beban masyarakat penerima, khususnya kebutuhan pangan beras,” katanya.

Dengan adanya bantuan tersebut, Bulog berharap daya beli masyarakat dapat terbantu sekaligus ikut menahan laju inflasi, khususnya yang bersumber dari komoditas beras.

“Dengan kita meringankan beban itu, harapannya secara langsung bisa berpengaruh terhadap tingkat harga di konsumen dan kita bisa menahan laju inflasi pangan, khususnya beras,” imbuh firmansyah.

​Ia menambahkan, selain bantuan pangan, Bulog juga tetap menjalankan program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan melibatkan instansi terkait.

“GPM itu kerja sama dengan dinas dan instansi. Bisa dari ketahanan pangan, perdagangan, maupun TNI/Polri,” tandasnya. .

Share :