Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Berawal dari Bakar Sampah Hingga Perang Status FB, Dua Warga Kabupaten Gorontalo Akhirnya Damai

86
×

Berawal dari Bakar Sampah Hingga Perang Status FB, Dua Warga Kabupaten Gorontalo Akhirnya Damai

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Masalah sepele pembakaran sampah berujung adu argumen di Facebook (FB). Dua warga Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo akhirnya memilih berdamai melalui mediasi.

Kegiatan problem solving itu dilaksanakan di Mako Polsubsektor Tilango, Kamis malam (16/7/2026) pukul 19.00 WITA sampai 20.30 WITA.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Mediasi dipimpin Ka Jaga Piket Bripka Hari Prasetyo bersama Briptu M. Arif Trizal R. Akuba dan dihadiri Kepala Dusun I Desa Tabumela. Kedua pihak yang berselisih juga hadir didampingi keluarga masing-masing.

Mereka adalah LA (52) dan ZL (28), warga satu dusun yang bertetangga. Perselisihan bermula saat ZL membakar sampah di halaman tengah antar rumah. Anak LA merasa terganggu lalu mengunggah sindiran di Facebook terkait etika kebersihan lingkungan.

Merasa tersindir, ZL membalas dengan status serupa yang menyinggung keluarga LA. Saling sindir di media sosial ini terus berlanjut dan berpotensi memicu konflik lebih besar.

Mencegah hal itu terjadi, personil piket Polsubsektor Tilango bergerak cepat dengan memanggil kedua belah pihak. Mereka diberikan pembinaan, pemahaman hukum, dan edukasi menjaga kerukunan.

Dengan pendekatan humanis, keduanya akhirnya menyadari kesalahan. Kesepakatan damai dibuat dan dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang disaksikan aparat desa dan keluarga.

Kapolsubsektor Tilango Ipda Erfin Idrus mengapresiasi langkah cepat anggotanya bersama Pemdes Tabumela.

“Kami apresiasi gerak cepat personil bersama pemerintah desa dalam meredam potensi konflik. Ini jadi pelajaran bahwa masalah kecil kalau diselesaikan lewat sindiran di medsos bisa merusak hubungan bertetangga,” kata Ipda Erfin.

Ia juga mengimbau warga Kecamatan Tilango agar bijak menggunakan media sosial.

“Kalau ada masalah dengan tetangga, bicarakan baik-baik atau libatkan perangkat dusun dan desa. Jangan diumbar di media sosial karena bisa memicu provokasi,” tegasnya.

Mediasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Share :  
error: Content is protected !!