GOSULUT.ID – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo) yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Kamis (29/10/2026) di Manado, dikabarkan ditunda.
Informasi yang dihimpun media ini, RUPS-LB tersebut ditunda hingga Februari 2027.
Penundaan ini diduga kuat buntut dari tarik menarik kepentingan pengisian kursi Direktur Dana dan Treasury BSG yang kosong, setelah pejabat sebelumnya, Rudiyanto Katili tidak lulus fit and proper test Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sumber terpercaya menyebutkan, salah satu Bupati dari Provinsi Gorontalo tetap memaksakan agar nama Rudiyanto Katili kembali diakomodir dalam bursa calon Direktur Dana dan Treasury, padahal yang bersangkutan dinilai sudah tidak boleh lagi diajukan karena sebelumnya tidak lulus uji OJK.
Bahkan, sumber terpercaya tersebut menyebut Rum Pagau mengancam akan mencabut Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Boalemo dari Bank SulutGo apabila Rudiyanto Katili tidak diakomodir dalam RUPS.
“Pak Roem Pagau tetap memaksa masukkan Rudiyanto Katili yang sebenarnya tidak boleh lagi. Dia mengancam akan mencabut RKUD Boalemo apabila tidak diakomodir, terpaksa RUPS ditunda sampai Februari 2027,” ujar sumber yang meminta namanya tidak disebutkan kepada Gosulut.id.
Langkah tersebut dinilai telah mengorbankan kepentingan daerah demi kepentingan satu figur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen BSG maupun pemegang saham terkait alasan penundaan RUPS-LB tersebut.
Publik Gorontalo pun menyayangkan jika penundaan ini benar terjadi akibat intervensi dan ancaman pencabutan RKUD, padahal sebelumnya publik berharap jatah kursi Gorontalo bisa diisi oleh figur yang layak seperti Tommy Gobel dan Sjahron Botutihe, demi menjaga marwah Bank SulutGo sebagai Torang Pe Bank.
Untuk itu, kami berharap KPK harus menelusuri ada apa dengan RUPS BSG yang ditunda lagi. Karena kepentigan daerah terabaikan hanya karena sebuah keinginan yang tak jelas.








