Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Reses di Telaga Biru, Zulfikar Usira Serap Aspirasi Soal Infrastruktur dan Ekonomi Warga

57
×

Reses di Telaga Biru, Zulfikar Usira Serap Aspirasi Soal Infrastruktur dan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Keterwakilan Telaga cs di DPRD Kabupaten Gorontalo menggelar Kegiatan Reses Masa Sidang Pertama Tahun Sidang 2026-2027 di Kantor Camat Telaga Biru, Selasa (22/09/2026).

Kegiatan reses dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira dan dihadiri 8 orang anggota DPRD Keterwakilan Telaga CS. Reses kali ini bertepatan dengan kegiatan sosialisasi BPJS Kesehatan yang menghadirkan kepala desa, BPD, dan tokoh-tokoh masyarakat se-Telaga CS.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Zulfikar menjelaskan, reses dilaksanakan setelah Rapat Badan Musyawarah (Bamus) dalam rangka memasuki masa sidang ketiga. Informasi pelaksanaan reses baru disampaikan pada pagi hari kepada Camat Telaga Biru.

“Ini luar biasa berkah yang Tuhan kasih, dipertemukan BPJS dengan DPRD, dengan kepala desa, BPD dan tokoh masyarakat serta kita sekalian,” ujar Zulfikar.

Dalam reses Telaga CS tersebut, Zulfikar menyerap aspirasi warga terkait infrastruktur dan ekonomi di tengah kondisi efisiensi anggaran. Sebagai Ketua Badan Anggaran, ia secara terbuka menjelaskan dampak PMK Nomor 9 dan Inpres Nomor 1 yang memangkas APBD Kabupaten Gorontalo hampir Rp 300 miliar dari total hampir Rp 1,5 triliun.

Akibat efisiensi, anggaran untuk wilayah Telaga saja hilang sekitar Rp 10 miliar dan anggaran infrastruktur yang sudah masuk SIPD sempat dinolkan.

Meski begitu, aspirasi warga tetap dijawab sesuai skala prioritas untuk pertumbuhan ekonomi, diantaranya pembangunan jalan di Tunalah sepanjang 1.100 meter senilai Rp 1,1 miliar melalui kerja sama dengan TNI, serta penanganan jalan rusak di Hulawa yang sempat ditanami pisang dan padi oleh masyarakat.

“Terlalu banyak Telaga Biru ketua, jujur ini diprotes teman-teman. Saya sampaikan ini kebutuhan, skala prioritas itu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Selain itu, DPRD juga menjawab aspirasi UMKM dengan mengalokasikan Rp 16,75 miliar termasuk Rp 1 miliar untuk pembangunan pelut di Telaga Induk.

Di tengah paceklik saat ini, Zulfikar juga menyoroti harga rica yang menembus Rp 150 ribu dan mendorong Dinas Ketahanan Pangan segera menggelar operasi pasar dengan memanfaatkan anggaran BTT.

Share :