GOSULUT.ID – Suasana berbeda terasa di kalangan pejabat Eselon II Kabupaten Gorontalo (Kabgor). Menjelang upacara rutin bulanan ASN yang digelar setiap tanggal 17, para pejabat pimpinan tinggi pratama diliputi rasa harap-harap cemas.
Pasalnya, upacara yang akan digelar besok, Rabu 17 September 2026, diisukan bukan sekadar upacara biasa.
Sejumlah sumber terpercaya di kalangan ASN menyebut, momentum besok akan menjadi sejarah baru dalam kepemimpinan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus.
Isu yang beredar kuat, upacara tersebut akan dirangkaikan dengan reshuffle besar-besaran menyusul perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Sejak melalui perjalanan panjang untuk merampingkan jumlah OPD dari 32 menjadi 24 OPD. Hal ini menjadi menarik untuk para pejabat di daerah, karena pasti ada yang terlepas dari jabatan yang mereka emban saat ini,” ungkap sumber tersebut.
Kebijakan merampingkan 32 OPD menjadi 24 OPD memang menjadi langkah berani Sofyan-Tonny untuk efisiensi anggaran.
Namun konsekuensinya tidak main-main. Sekitar 5 kursi jabatan Eselon II dipastikan hilang karena dinas atau badan dilebur.
Artinya, tidak semua Kepala Dinas yang saat ini menjabat akan kembali duduk di kursi yang sama. Ada yang harus rela non-job, ada yang digeser, dan ada yang harus mengikuti seleksi ulang.
Situasi ini membuat para pejabat di Kabupaten Gorontalo tak bisa tidur nyenyak. Lobi-lobi dan kalkulasi politik pun mulai dilakukan untuk mengamankan posisi di struktur baru.
Benarkah besok akan menjadi hari penentuan nasib para pejabat Eselon II, III dan IV Kabgor? Publik kini menunggu gebrakan Bupati Sofyan Puhi.







