GOSULUT.ID – Suasana keakraban terlihat saat Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo Revi Bobihoe saling bertukar cendera mata dengan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII asal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Pertemuan itu berlangsung di posko homestay kontingen Kaltim di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kamis (18/06/2026).
Momen pertukaran cendera mata antara Revi Bobihoe dan H. Anwar selaku Ketua KTNA Provinsi Kalimantan Timur itu menjadi simbol silaturahmi dan persaudaraan antara peserta PENAS dengan tuan rumah Gorontalo.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kaltim, H. Anwar mengaku sangat berkesan dengan sambutan yang diberikan.
“Pertemuan tadi itu sangat berkesan bagi kami. Pelayanannya sebagai tuan rumah sangat baik dan sangat ramah,” ujarnya saat diwawancarai Gosulut.id.
Ia menyebut cendera mata yang diberikan merupakan wujud kebersamaan.
“Jadi cendera mata itu sebagai simbol persaudaraan dari kami KTNA Provinsi Kaltim,” imbuhnya.
“Kesannya sangat memuaskan, baik dari warganya yang begitu ramah menyambut kami. Pelayanan tuan rumah maksimal menerima tamu, pokoknya tidak bisa diungkap dengan kata-kata,” tambah Ketua KTNA Provinsi Kalimantan Timur itu.
Sementara itu, Kabid Angkutan Revi Bobihoe mengatakan, pertukaran cendera mata ini sudah direncanakan jauh hari sebagai bentuk saling menghormati.
“Memang dari jauh hari kontingen Kaltim bilang mau membawakan oleh-oleh. Saya sampaikan, kalau datang bawa oleh-oleh, maka kami sebagai tuan rumah juga akan kasih oleh-oleh untuk mereka,” kata Revi.
“Saya tadi kasih kerawang, kemudian mereka kasih mandau. Nanti juga ada katanya baju adat Dayak yang mau diberikan, tapi masih dalam perjalanan bersama sisa kontingennya yang sedang menuju Gorontalo,” sambungnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini bukan hanya seremoni, tapi wujud nyata semangat PENAS sebagai ajang persatuan petani dan nelayan se-Indonesia.
“Ini bentuk penghormatan kami sebagai tuan rumah dan silaturahmi dengan saudara-saudara dari Kaltim. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat hubungan antar daerah,” ungkapnya.
PENAS XVII di Gorontalo menjadi momentum bagi para petani dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, teknologi, serta mempererat jejaring kerja sama.






























