GOSULUT.ID – Ditlantas Polda Gorontalo siap menggelar Operasi Patuh 2026 selama dua pekan. Operasi bertema “Tertib Berlalu Lintas Demi Indonesia Emas” itu akan berlangsung 8 sampai 21 Juni, bertepatan dengan persiapan menyambut HUT Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli mendatang.
Kombes Pol Lukman Cahyono selaku Dirlantas Polda Gorontalo menjelaskan, operasi kali ini tidak sekadar menindak pelanggar.
Pihaknya lebih menekankan edukasi dan membangun kesadaran warga agar disiplin di jalan demi terciptanya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
“Intinya menekan angka laka lantas, mengurangi pelanggaran, dan menumbuhkan kedisiplinan pengendara. Kami harap masyarakat sadar bahwa tertib berlalu lintas itu penting untuk keselamatan bersama,” kata Lukman kepada awak media, Kamis (04/06/2026).
Pelaksanaan operasi dibagi dalam tiga strategi. Preemtif 20 persen, preventif 30 persen, dan 50 persen penegakan hukum. Penindakan paling dominan menyasar pelanggaran yang rawan menyebabkan kecelakaan.
Sasaran utama di antaranya pengendara yang melawan arus, kendaraan kelebihan muatan atau overloading, dimensi tidak sesuai atau overdimensi, serta kendaraan yang tak layak jalan. Contohnya unit tanpa spion, lampu tidak sesuai standar, dan TNKB yang tidak sesuai ketentuan.
Selain penindakan di lapangan, polisi juga gencar sosialisasi. Mulai dari pembagian brosur, pemasangan stiker, pemanfaatan medsos, hingga kolaborasi dengan media cetak dan elektronik. Patroli, pengaturan, dan penjagaan juga diperkuat di lokasi yang sering macet dan rawan laka.
Sebagai bentuk edukasi langsung, tiap Satlantas di Gorontalo diwajibkan menggelar razia stasioner bareng sidang di tempat minimal sekali selama 14 hari operasi.
“Kami ingin masyarakat paham alur penindakan. Kalau datang langsung ke sidang dan menjelaskan ke hakim, kadang dendanya bisa lebih rendah dibanding lewat calo,” terang Lukman.
Dirlantas Polda Gorontalo itu menegaskan Operasi Patuh bukan untuk menakut-nakuti warga. Tujuannya menanamkan budaya tertib berlalu lintas agar jadi kebutuhan setiap pengendara demi keselamatan diri dan orang lain.
“Tujuan akhirnya bukan biar orang takut kena tilang, tapi supaya selamat di jalan jadi kebiasaan sehari-hari,” tutupnya.


















