GOSULUT.ID – Masalah sepele berujung ricuh. Warga Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, terlibat saling lempar batu hanya gara-gara talang air dan asap pembakaran. Polisi turun tangan mendamaikan kedua belah pihak.
Kasus ini bermula dari laporan pengrusakan rumah milik Perempuan AG (52) pada akhir April lalu. Rumahnya dilempari batu oleh lelaki I yang merupakan anak dari perempuan SEY (50).
Pemicunya sepele, posisi talang air dan polusi asap pembakaran di antara rumah kedua tetangga. Emosi yang memuncak membuat keduanya sempat saling lempar batu sehingga membuat kaca rumah AG pecah.
Bhabinkamtibmas Desa Ombulo Briptu Fadlan Henga dan Anggota Reskrim Brigpol Moh. Zulkarnain Darise mempertemukan kedua belah pihak di Mapolsek Limboto Barat, Kamis (07/05/2026).
Kapolsek Limboto Barat Ipda Darmawan Hamzah, SH mengatakan pihaknya mengedepankan keadilan restoratif dalam menangani perkara ini.
“Masalah talang air dan asap pembakaran adalah urusan bertetangga yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Hari ini, melalui mediasi di Mapolsek, kedua pihak telah menyadari kesalahan masing-masing dan sepakat berdamai,” ujar Ipda Darmawan.
Hasil mediasi, AG dan SEY sepakat berdamai secara kekeluargaan. Keduanya menandatangani surat pernyataan di atas materai. Isinya, berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan tidak mengungkit masalah ini di kemudian hari.
Kapolsek mengimbau warga Limboto Barat mengedepankan kesabaran dalam bertetangga.
“Jangan sampai masalah kecil berujung pada tindakan pidana seperti pengrusakan. Jika ada selisih paham, segera hubungi Bhabinkamtibmas atau aparat desa agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri,” imbaunya.
Ipda Darmawan menambahkan, pihaknya akan terus memantau melalui Bhabinkamtibmas agar kerukunan warga di Desa Ombulo tetap terjaga.







