Scroll ke bawah untuk membaca
Teknologi

11 Mahasiswa Prodi Manajemen UNG Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Lombongo

443
×

11 Mahasiswa Prodi Manajemen UNG Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Lombongo

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID — 11 Mahasiwa Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama dosen pembimbing kegiatan melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Lombongo, Kabupaten Bone Bolango (14/10) yakni memperkenalkan Program inovasi olahan ubi jalar menjadi soft cookies bernilai ekonomi.

Kesebelas mahasiswa itu adalah Fajar Muslim Mohamad, Putri Mariandy Muchsana, Miftahurrahma Utiarahman, Ria Mariani Rahim, Harlan mahmud, Nia Agnesia, Zuhan Fadhillah Zayya Achmad, Nelda Manangin, Salma Talib, Satriyo R. Puko, dan Zamaludin Ishak.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Salah satu mahasiswa, Fajar Muslim Mohamad menyampaikan, Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal yang selama ini hanya dijual mentah atau diolah secara tradisional. Melalui inovasi ini, ubi jalar diolah menjadi produk siap jual dengan potensi usaha rumahan.

“Kami ingin membantu masyarakat melihat potensi besar dari bahan lokal seperti ubi jalar. Dengan sedikit inovasi, produk sederhana bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan,” ungkapnya, Selasa (21/10/2025)

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan bahan, alat, dan proses pembuatan soft cookies melalui penjelasan langsung di hadapan peserta. Meskipun demonstrasi tidak dilakukan secara penuh karena keterbatasan waktu, tim tetap menampilkan produk jadi serta adonan setengah jadi agar peserta memahami alurnya.

“Produk jadi juga dibagikan kepada peserta untuk memperkenalkan cita rasa khas cookies “UBIQUE”,” imbuhnya.

Fajar sebagai salah satu pemateri, menyampaikan materi mengenai strategi pemasaran desain kemasan, dan branding sebagai bekal bagi masyarakat untuk memasarkan produk secara lebih kompetitif, baik di pasar lokal maupun melalui platform digital.

“Materi ini diberikan secara terstruktur agar peserta tidak hanya memahami cara produksi, tetapi juga mampu mengembangkan nilai jual produk ketika dipasarkan,” sambungnya.

Ia bersyukur masyarakat dan aparat desa yang hadir pada kegiatan itu menyambut baik pengenalan produk “UBIQUE” dan menilai bahwa cookies ini berpeluang dipromosikan sebagai oleh-oleh khas Desa Lombongo yang dikenal sebagai desa wisata. Selain itu, produk ini juga tengah dipertimbangkan untuk dijadikan makanan penutup dalam Program Makan Bergizi (MBG) desa. Usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan oleh Bumdes dan BPD untuk memastikan kesesuaian produk lokal yang akan diikutsertakan dalam program tersebut.

Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Tridarma perguruan tinggi, di mana dosen dan mahasiswa tidak hanya berfokus pada ranah akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia berharap, melalui inovasi soft cookies ubi jalar ini, diharapkan masyarakat Desa Lombongo dapat terdorong untuk mengembangkan produk pangan lokal kreatif yang memiliki nilai jual dan berdampak pada peningkatan ekonomi desa.

“Dari Gorontalo untuk Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi kecil bisa memberi dampak besar bagi masyarakat,” pungkas Fajar.

Share :  
error: Content is protected !!