GOSULUT.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo menyiapkan langkah strategis untuk mencegah kasus perundungan atau bullying di kalangan pelajar seperti yang terjadi beberapa hari lalu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris menyampaikan, pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk Dewan Pendidikan guna memperkuat pengawasan serta pembinaan siswa.
Pihaknya pun, kata dia, akan mengoptimalkan kembali peran dari komite sekolah dan mendorong pembinaan karakter siswa melalui berbagai kegiatan positif.
“Jadi para siswa akan kami dorong mengikuti kegiatan positif seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR) untuk membentuk karakter dan kedisiplinan,” ujar Abdul Waris kepada awak media, Jum’at (17/04/2026).
Selain itu, Dikbud bersama lintas sektor akan terus meningkatkan sosialisasi di sekolah-sekolah guna mencegah terulangnya kasus serupa.
Lebih lanjut, ia menuturkan, bahwa kasus dugaan perundungan pelajar SMP yang sempat viral di media sosial itu terjadi di luar jam sekolah.
“Setelah viral, kami bersama camat, kepala desa, komite sekolah, Dinas Pendidikan, serta pihak sekolah langsung melakukan mediasi,” tuturnya.
Hasilnya, pelaku bersama orang tuanya menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Sebagai informasi, Dikbud Kabupaten Gorontalo selama ini telah menjalankan berbagai program pencegahan perundungan, termasuk kerja sama dengan kejaksaan, kepolisian, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).
Selain itu, pihak mereka juga telah mengeluarkan edaran kepada sekolah terkait larangan penggunaan handphone secara tidak tepat, bullying, kekerasan, serta pelecehan seksual.
Meski demikian, penanganan kasus kekerasan pada pelajar tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan orang tua dan masyarakat.








