GOSULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mematangkan kesiapan infrastruktur menjelang Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVII di GOR David-Tonny pada Juni 2026 mendatang.
Terbaru, Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi meninjau langsung rencana pembangunan dan renovasi Menara Limboto bersama pihak Danantara, Kamis (16/04/2026).
“Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp7,8 miliar dari Danantara. Dana ini merupakan hasil tindaklanjut dari aspirasi bapak Rachmat Gobel,” ujar Sofyan Puhi.
Ia menjelaskan, pekerjaan tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap, dimana tahap pertama sebelum pelaksanaan PENAS dan tahap kedua setelah PENAS.
“Pekerjaan tahap pertama ini akan kita laksanakan secepatnya,” jelasnya.
Selain renovasi fisik menara, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga memfokuskan perhatian pada revitalisasi area publik di sekitarnya.
“Taman di sekitar Menara juga akan direhabilitasi. Penataannya tidak menggunakan dana CSR Danantara, melainkan mendapat dukungan langsung dari bapak Rachmat Gobel,” imbuhnya.
“Taman ini akan ditata dengan sangat bagus sehingga menjadi ruang rekreasi yang ramah bagi anak-anak dan masyarakat. Pengerjaannya segera dimulai dan ditargetkan rampung sebelum perhelatan PENAS untuk menyambut para tamu nanti,” sambung Sofyan Puhi.
Dalam peninjauan itu, pihak Danantara yang merupakan representasi dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diwakili secara langsung oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Limboto.
Kepala Cabang BRI Limboto, Nur Jonson Arifin, menyatakan komitmen pihaknya dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menegaskan, bahwa survei bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo ini adalah tindak lanjut konkret untuk menjadikan Menara Pakaya sebagai ikon utama kebanggaan Limboto.
“Semoga ke depan, tindak lanjut renovasi menara ini bisa membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan menambah kemegahan Gorontalo. Langkah ini sekaligus wujud dukungan kami terhadap program Bapak Bupati, yakni ‘Ayo ke Limboto’, untuk menjadikannya sebagai daya tarik wisata andalan,” tegasnya.
“Semoga pekerjaan ini segera rampung dan menara sudah bisa di-launching serta digunakan sebelum acara PENAS berlangsung,” harap Nur Jonson. (Adv)








