GOSULUT.ID – Kepala SMP Negeri 8 Satap Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Imran Rahman buka suara terkait video dugaan perundungan terhadap siswanya yang telah viral di media sosial (medsos).
Menurut Imran, pihaknya telah mempertemukan kedua belah pihak bersama orang tua masing-masing untuk menggali informasi lebih lanjut yang turut dihadiri pihak kecamatan, pemerintah desa, serta dinas terkait.
Ia mengungkapkan kejadian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman. Dimana pelaku yang merupakan siswa kelas 9 diduga tersinggung karena merasa korban yang merupakan siswa kelas 7, memandangnya dengan cara yang dianggap tidak menyenangkan.
“Dari informasi yang kami gali, ini berawal dari ketersinggungan. Pelaku merasa dipandang sinis, sehingga emosi dan berujung pada tindakan kekerasan,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (15/04/2026).
Imran menegaskan, bahwa peristiwa tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah dan di luar jam belajar.
Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan perhatian serius dan tidak akan menoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Perlu diluruskan, bahwa kejadian itu terjadi di luar sekolah dan bukan pada jam sekolah. Tapi kami tetap menindaklanjuti secara serius, karena perundungan tidak bisa ditoleransi,” imbuhnya.
Orang tua korban, kata dia, menyatakan akan melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.
Ia pun menegaskan, pihak sekolah tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut. Menurutnya, transparansi penting agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau kita menutup-nutupi, sama saja kita membiarkan perundungan terjadi. Ini harus menjadi pembelajaran bersama,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, sekolah terus memperkuat edukasi kepada siswa mengenai dampak negatif perundungan.






















