Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

SPMB SMA Negeri 3 Gorontalo 2026 Berjalan Lebih Baik, Keluhan Orang Tua Menurun

68
×

SPMB SMA Negeri 3 Gorontalo 2026 Berjalan Lebih Baik, Keluhan Orang Tua Menurun

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMA Negeri 3 Gorontalo berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbaikan sistem pendaftaran yang dilakukan panitia membuat jumlah keluhan dari orang tua calon peserta didik berkurang secara signifikan.

Kepala SMA Negeri 3 Gorontalo, Saiful Kadir, mengatakan bahwa mekanisme dan jalur penerimaan siswa baru tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni melalui jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Namun, sistem pendaftaran telah disempurnakan sehingga lebih mudah digunakan oleh masyarakat.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Prosedurnya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi sistemnya sekarang lebih baik. Orang tua yang datang mengeluh ke sekolah sudah jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena sistem yang digunakan sudah diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya keluhan yang sering muncul berkaitan dengan penentuan titik lokasi atau titik peta (maps) yang memengaruhi perhitungan jarak domisili calon peserta didik. Namun hingga saat ini, persoalan tersebut sudah sangat minim ditemukan.

Selain itu, sistem verifikasi dokumen persyaratan juga semakin ketat, terutama pada jalur domisili yang mensyaratkan Kartu Keluarga (KK). Saat ini, dokumen yang tidak sesuai ketentuan secara otomatis tidak dapat diproses dalam sistem.

“Kalau dulu masih ditemukan KK yang baru diperbaiki atau tidak sesuai ketentuan. Sekarang sistem sudah lebih baik sehingga berkas yang tidak memenuhi syarat langsung tidak bisa masuk,” jelasnya.

Pada jalur prestasi, Saiful menegaskan bahwa seluruh pendaftar dapat mengikuti seleksi. Namun, setiap dokumen dan capaian prestasi akan diverifikasi secara ketat. Peserta yang tidak memenuhi syarat akan otomatis tereliminasi dari proses seleksi.

Ia menjelaskan bahwa penilaian jalur prestasi dilakukan berdasarkan beberapa komponen, di antaranya nilai rapor semester satu hingga semester lima, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), prestasi akademik maupun non-akademik, serta pengalaman organisasi.

Untuk nilai rapor, peserta diharuskan memiliki rata-rata minimal 90. Sementara prestasi non-akademik dinilai berdasarkan sertifikat kejuaraan tingkat kota, provinsi, hingga nasional yang memiliki bobot nilai berbeda.

“Jika peserta memiliki sertifikat tingkat kota, provinsi, dan nasional, maka nilainya akan semakin tinggi sehingga peluang lolos juga lebih besar,” kata Saiful.

Kuota jalur prestasi di SMA Negeri 3 Gorontalo tahun ini sebanyak 130 siswa. Seluruh peserta akan diranking berdasarkan akumulasi nilai yang diperoleh. Peserta dengan nilai di bawah batas peringkat kuota secara otomatis akan tereliminasi.

Keunggulan sistem tahun ini, lanjut Saiful, adalah adanya pemberitahuan langsung kepada peserta yang tereliminasi. Dengan demikian, calon siswa dapat segera mencari alternatif sekolah lain tanpa harus menunggu pengumuman akhir.

“Begitu peserta tidak memenuhi persyaratan atau tereliminasi, sistem langsung memberikan pemberitahuan. Ini membantu siswa untuk lebih cepat mencari pilihan sekolah lainnya,” ujarnya.

Selain nilai akademik dan sertifikat prestasi, keikutsertaan dalam organisasi sekolah juga menjadi salah satu komponen penilaian. Namun, poin tambahan diberikan khusus kepada peserta yang pernah menjabat sebagai ketua organisasi seperti Ketua OSIS, Ketua Pramuka, maupun Ketua PMR saat di jenjang SMP.

Menurutnya, kombinasi nilai rapor yang tinggi, nilai TKA yang baik, serta prestasi dan pengalaman organisasi akan sangat menentukan peluang peserta untuk diterima di SMA Negeri 3 Gorontalo.

Pendaftaran SPMB SMA Negeri 3 Gorontalo dibuka hingga 10 Juni 2026. Setelah itu, proses verifikasi berkas akan berlangsung pada 11 hingga 16 Juni 2026, sementara pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 25 Juni 2026.

Ia menambahkan, sistem pendaftaran tahun ini dikembangkan melalui kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sehingga proses seleksi menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Saiful mengimbau para calon peserta didik dan orang tua untuk memilih sekolah sesuai domisili dan kemampuan anak, bukan semata-mata karena faktor popularitas sekolah.

“Kami berharap siswa memilih sekolah yang benar-benar dapat menjadi tempat mereka berkembang dan berpartisipasi. Jangan memaksakan diri harus masuk ke sekolah tertentu. Pilihlah sekolah yang sesuai dengan domisili dan kebutuhan masing-masing,” pungkasnya.

Share :  
error: Content is protected !!