Scroll ke bawah untuk membaca
Kontrol

SPMB di SMK Negeri 1 Gorontalo Berjalan Lancar dan Transapran, Kepala Sekolah: Tidak Ada Titipan Pejabat

75
×

SPMB di SMK Negeri 1 Gorontalo Berjalan Lancar dan Transapran, Kepala Sekolah: Tidak Ada Titipan Pejabat

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMK Negeri 1 Gorontalo berlangsung lancar. Kepala SMK Negeri 1 Gorontalo, Sumitro K. Panto, mengatakan proses penerimaan tahun ini mengalami sejumlah perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama dari sisi penggunaan aplikasi pendaftaran yang dinilai lebih baik dan memudahkan pemantauan data calon peserta didik.

Menurutnya , sistem yang digunakan saat ini memungkinkan pihak sekolah memantau secara langsung jumlah pendaftar pada masing-masing program keahlian. Hal tersebut dinilai sangat membantu sekolah dalam mengelola proses penerimaan siswa baru secara lebih efektif dan transparan.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Untuk penerimaan murid baru tahun ini memang agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena aplikasi yang digunakan sudah jauh lebih baik. Kami bisa memantau jumlah pendaftar pada setiap jurusan secara langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SMK Negeri 1 Gorontalo tahun ini mendapat kuota penerimaan sekitar 900 siswa. Namun hingga menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pendaftar yang tercatat baru mencapai 718 orang.
Setelah masa pendaftaran berakhir, sekolah akan melakukan verifikasi berkas seluruh calon peserta didik sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya berupa wawancara guna mengetahui minat dan bakat masing-masing calon siswa.

“Setelah pendaftaran ditutup, kami akan melakukan verifikasi berkas dan melihat minat serta bakat calon murid. Proses itu akan menjadi bagian penting sebelum penetapan hasil penerimaan,” katanya.

Sumitro juga menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB di SMK Negeri 1 Gorontalo berlangsung tanpa intervensi maupun titipan dari pihak manapun, termasuk pejabat.

“Saya tegaskan bahwa di sekolah ini tidak ada titipan-titipan dari pejabat. Semua berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, beberapa program keahlian tercatat memiliki jumlah peminat yang sangat tinggi. Salah satunya adalah Jurusan Bisnis Ritel yang memiliki kuota sebanyak 108 siswa, namun jumlah pendaftar melampaui kapasitas yang tersedia.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihak sekolah melakukan komunikasi langsung dengan calon siswa yang tidak masuk dalam kuota jurusan pilihannya. Mereka kemudian diberikan kesempatan untuk beralih ke program keahlian lain.

“SMK Negeri 1 Gorontalo memiliki 10 jurusan. Bagi calon siswa yang ingin tetap bersekolah di sini, kami arahkan ke jurusan yang masih membutuhkan peserta didik. Alhamdulillah sebagian besar bersedia mengubah pilihan mereka,” jelasnya

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak terdapat keluhan maupun protes dari masyarakat terkait pelaksanaan SPMB di sekolah tersebut. Salah satu faktor pendukung kelancaran proses pendaftaran adalah kesiapan sekolah dalam membantu calon peserta didik yang mengalami kendala teknis saat melakukan pendaftaran secara daring.

Sekolah bahkan menyiapkan operator khusus untuk membantu proses pemindaian dokumen seperti rapor dan pengunggahan berkas persyaratan bagi calon siswa yang memiliki keterbatasan fasilitas maupun kemampuan teknis.
“Jika ada siswa yang kesulitan melakukan scan rapor atau mengunggah dokumen, mereka cukup datang ke sekolah membawa berkas. Operator kami akan membantu hingga proses pengunggahan selesai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hasil seleksi SPMB dijadwalkan diumumkan pada 25 Juni 2026. Setelah itu, siswa yang dinyatakan diterima akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada awal Juli sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru.

Tahun lalu, jumlah siswa SMK Negeri 1 Gorontalo mencapai 2.044 orang dengan jumlah lulusan sebanyak 720 siswa. Oleh karena itu, apabila kuota penerimaan tahun ini terpenuhi sebanyak 720 siswa, maka jumlah peserta didik secara keseluruhan diperkirakan tetap stabil seperti tahun sebelumnya.

Sumitro berharap sistem aplikasi SPMB yang sudah mengalami banyak perbaikan pada tahun ini dapat terus disempurnakan pada tahun-tahun mendatang. Ia menilai salah satu hal yang masih perlu dievaluasi adalah kebijakan yang membatasi calon siswa hanya dapat memilih satu jurusan saat mendaftar.

“Ke depan saya berharap aplikasi ini semakin baik. Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah memberikan lebih banyak pilihan jurusan kepada calon siswa, sehingga mereka memiliki alternatif apabila jurusan yang diminati sudah penuh,” pungkasnya. :::

Share :  
error: Content is protected !!