GOSULUT.ID — Kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Gorontalo resmi berakhir dalam Musyawarah Wilayah Daerah (Muswil) yang digelar Minggu (31/08/2025).
Dalam sambutannya Ketua IDI Provinsi Gorontalo, dr. A.R. Mohamad, Sp.PD, FINASIM, menyampaikan Muswil menjadi momentum penting memperkuat soliditas organisasi, sekaligus merumuskan arah strategis menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.
“Saya berharap epengurusan baru mampu melanjutkan program strategis, memperkuat peran IDI dalam pelayanan kesehatan masyarakat, serta menjaga marwah profesi dokter,” kata A.R. Mohamad.
Pada Muswil ini terdapat lima calon ketua, baginya seluruhnya memiliki kapasitas yang mumpuni.
“Siapa pun yang terpilih diharapkan bisa menjaga marwah profesi sekaligus membawa IDI ke arah lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus refleksi atas kinerja organisasi selama tiga tahun terakhir.
Kepada awak media dr. A.R Mohamad menyampaikan kepengurusannya tak lepas dari kekurangan, baik dalam interaksi maupun pelaksanaan program. Apalagi, periode kepemimpinannya bertepatan dengan masa transisi pemberlakuan Undang-Undang Kesehatan yang baru, yang menurutnya “banyak mengamputasi” peran organisasi profesi.
“Namun prediksi itu tidak sepenuhnya benar. Buktinya, seluruh anggota yang diundang hadir dan sepakat menerima hasil kinerja kepengurusan kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu capaian penting yang berhasil dicatat adalah terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Kesehatan. Meski akhirnya menjadi usul inisiatif DPRD, inisiasi awal lahir dari IDI bersama organisasi profesi kesehatan lainnya.
“Untungnya, karena diambil alih DPR, pembahasan menjadi lebih cepat,” imbuhnya kembali.
Meski begitu, dr. A.R Mohamad menyoroti tantangan berat yang dihadapi organisasi profesi pasca-berlakunya regulasi baru. Jika sebelumnya izin praktik dokter harus mendapat rekomendasi dari IDI, kini hal tersebut langsung ditangani dinas kesehatan tanpa mempertimbangkan kondisi dokter secara menyeluruh.
“Dampak negatifnya bisa dirasakan masyarakat. Contoh, seorang dokter yang secara psikiatri tidak layak praktik tetap bisa mengurus izin langsung ke dinas kesehatan,” tegasnya.
Muswil IDI Gorontalo menandai berakhirnya masa kepemimpinan dr. A.R Mohamad beserta jajaran, sekaligus membuka jalan bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan estafet organisasi profesi dokter di daerah tersebut.








