Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Potensi Cuan Miliaran Rupiah, BI Buka Ruang UMKM Perluas Pasar Melalui Festival Kuliner 2026

33
×

Potensi Cuan Miliaran Rupiah, BI Buka Ruang UMKM Perluas Pasar Melalui Festival Kuliner 2026

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Geliat usaha kuliner di Kota Gorontalo terus menunjukkan pertumbuhan. Fenomena itu salah satunya terlihat dari berkembangnya kawasan street food yang dalam beberapa bulan terakhir mampu mencatat perputaran usaha hingga sekitar Rp1,8 miliar.

Potensi ini yang menjadi salah satu alasan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kota Gorontalo terus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Salah satunya melalui Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 yang digelar di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo dari 11 hingga 13 September.

Festival Kuliner HARFEST 2026 melibatkan sekitar 75 UMKM kuliner, termasuk pelaku street food dari kawasan Jalan Andalas. Kehadiran mereka melengkapi pameran HARFEST yang turut melibatkan 165 UMKM binaan Bank Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan maupun promosi produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Festival kuliner ini adalah bagian dari rangkaian Hulonthalo Art & Craft Festival, sebuah event tahunan yang kami selenggarakan secara kolaboratif bersama pemerintah provinsi, pemerintah kota dan kabupaten, Dekranasda serta seluruh mitra strategis,” ujarnya.

Dikatakan, perkembangan sektor kuliner di Kota Gorontalo menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Perputaran usaha sekitar Rp1,8 miliar yang dicatat salah satu kawasan street food dalam beberapa bulan, kata Bambang,

Menurutnya, hal ini menjadi gambaran bahwa ketika UMKM mendapatkan ruang pasar dan ekosistem usaha yang tepat, kontribusinya terhadap ekonomi daerah dapat semakin besar.

“Ini menunjukkan besarnya potensi UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, momentum seperti HARFEST harus dimanfaatkan untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas usaha,” sambungnya kembali.

Bambang berharap keikutsertaan UMKM dalam Festival Kuliner HARFEST tidak hanya berdampak pada peningkatan transaksi selama kegiatan berlangsung.

“Lebih dari itu, festival diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pasar yang lebih luas dan membangun usaha secara berkelanjutan, “tandasnya.

Share :  
error: Content is protected !!