GOSULUT.ID – Sejumlah petani di Provinsi Gorontalo mengeluhkan kualitas bibit jagung yang dibagikan oleh Dinas Pertanian setempat.
Pasalnya bibit dengan merek “Maksi 3” dinilai tidak sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di daerah tersebut, sehingga menyebabkan penurunan kualitas hasil panen.
Menurut salah satu perwakilan petani KA Nani, bibit yang diberikan pemerintah seringkali menghasilkan jagung dengan tongkol mudah pecah dan menjadi butiran kecil saat dipanen.

Hal ini berdampak pada nilai jual jagung, karena gudang-gudang penyimpanan di Gorontalo memberikan potongan harga besar akibat banyaknya tongkol kecil dan jagung yang tidak utuh.
“Ketika dijual ke Bulog pun sering ditolak karena tongkolnya hancur dan bobotnya ringan saat ditimbang,” ujar KA Nani.
Ia menyebutkan, kondisi ini merugikan petani karena program bantuan bibit dari pemerintah tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pembeli, termasuk Bulog.
“Kami meminta pak Gubernur (untuk) mengevaluasi kembali bantuan bibit yang sudah di anggrakan oleh Dinas Pertanian (dan) dilihat kembali bibit jagung yang akan disalurkan,” tuturnya.
Para petani pun berharap ada evaluasi dan perbaikan dalam distribusi bibit agar sesuai dengan kebutuhan lokal, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media ini terus berupaya untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.



































