Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Melalui FGD, BAPPEDA Gandeng Akademisi Rancang Strategi Aglomerasi Kota Gorontalo

244
×

Melalui FGD, BAPPEDA Gandeng Akademisi Rancang Strategi Aglomerasi Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – BAPPEDA Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discusion (FGD) dengan mengangkat tajuk “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Kota Gorontalo: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan dan Peningkatan Kinerja Central Place” bertempat di Gedung Prof. Kadir Abd Samad Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (06/11/2025).

Kepala Bappeda, Wahyudin Katili menyampaikan tujuan dari FGD dalam rangka membentuk opini dan pemikiran terhadap apa yang akan dilaksanakan oleh pemerintah berdasarkan opini yang sifatnya logis dan akademis

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Alhamdulillah, kita mampu berkolaborasi dengan salah satu dari perguruan tinggi yang sudah melaksanakan beberapa kali riset, bahkan sudah melakukan riset-riset yang sebelumnya hal yang sama dengan ini,” ujarnya.

Dijelaskan, meski diskusi tersebut bukan dari akhir atau pengambilan keputusan tapi sudah mengerucut dan mulai menganalisa beberapa hal yang sifatnya substantif, terkait dengan apa yang terjadi di wilayah kota Gorontalo, bagaimana kemampuan dari kapasitas kota Gorontalo untuk bisa berfungsi sebagai kota

“Terutama sebagai ibukota provinsi, dan juga keberadaan dari kota Gorontalo dengan segala keterbatasannya. Maka tadi setelah diuraikan, walaupun ini belum kesimpulan akhir, tapi paling tidak dari hal tadi, saya sudah bisa menangkap ada beberapa hal yang bisa menjadi rekomendasi utama,” tuturnya.

Salah satu rekomendasi adalah secara internal yakni perbaikan tate kelola ruang, dan pembangunan yang dilakukan di Kota Gorontalo.

“Jadi itu perbaikan ke dalam, mengatur ruang-ruangnya menyediakan fasilitas-fasilitas. Kalau mereka mau lakukan pembangunan perumahan, apa persyaratannya, mereka harus menyediakan ruang terbuka. Ruang terbuka bukan hanya disiapkan oleh developer, oleh pengembang, juga oleh masyarakat, kantor-kantor. Harus ada sekian persen ruang terbuka yang harus disiapkan,” tandas Wahyudin.

Share :  
Post ADS
error: Content is protected !!