Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Komisi III Mediasi Persoalan Taksi Online dan Aplikator Maxim

128
×

Komisi III Mediasi Persoalan Taksi Online dan Aplikator Maxim

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama stakeholder terkait dalam rangka membahas tindak lanjut surat dari Aliansi Taksi Online Gorontalo, Senin (15/12/2025).

RDP dihadiri ketua dan anggota Komisi III, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, serta Ketua Aliansi Car Online Gorontalo. Rapat difokuskan pada persoalan yang terjadi antara pengemudi taksi online dan aplikator Maxim.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Espin Tulie selaku ketua komisi menyampaikan bahwa RDP digelar sebagai respons atas permintaan aliansi taksi online yang menginginkan DPRD memfasilitasi mediasi terkait permasalahan yang dihadapi.

“Aliansi taksi online meminta Komisi III memediasi persoalan antara driver dan pihak aplikator Maxim. Kami mencoba mencari solusi atas permasalahan yang sudah lama dirasakan para pengemudi,” ujar Espin.

Dikatakan, persoalan tersebut sebelumnya telah dibahas dalam aksi unjuk rasa para pengemudi taksi online pada 6 Agustus 2025 lalu, yang menghasilkan sejumlah kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Tiga isu utama yang hingga kini masih menjadi keluhan pengemudi, salah satunya terkait pemerataan branding kendaraan. Menurutnya, perbedaan branding mulai dari full branding hingga branding kecil dinilai berdampak pada jumlah order yang diterima pengemudi.

“Driver dengan full branding cenderung mendapatkan order lebih banyak, sementara yang branding kecil hanya memperoleh dua hingga tiga order per hari. Ini yang menjadi keresahan teman-teman taksi online dan perlu dicarikan formulasi yang adil,” jelasnya.

Pihaknya juga mendengarkan penjelasan dari pihak pengemudi, perwakilan Maxim, serta Dinas Perhubungan selaku regulator transportasi di Provinsi Gorontalo. Namun demikian, Komisi III belum dapat mengambil kesimpulan.

“Kami belum bisa menyimpulkan karena perwakilan Maxim yang hadir bukan pengambil keputusan. Karena itu, kami mendorong adanya pertemuan lanjutan dengan menghadirkan pihak Maxim yang memiliki kewenangan penuh,” sambung Srikandi PDI-P itu.

Ia berharap pertemuan lanjutan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, baik pekan depan maupun setelah pergantian tahun, agar seluruh persoalan dapat segera diselesaikan.

“Harapan kami, masalah antara driver taksi online dan Maxim bisa diselesaikan secara tuntas dan berimbang. Ini demi kepentingan masyarakat Gorontalo, baik sebagai pemberi kerja maupun penerima kerja,” tandas Espin.

Share :  
error: Content is protected !!