Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten GorontaloViral

Kepala Puskesmas Dungaliyo Bantah Abaikan Pasien BPJS

2449
×

Kepala Puskesmas Dungaliyo Bantah Abaikan Pasien BPJS

Sebarkan artikel ini
Kepala Puskesmas Dungaliyo Sudirman M. Umar.

GOSULUT.ID – Kepala Puskesmas Dungaliyo Sudirman M. Umar memberikan klarifikasi terhadap keluhan salah satu masyarakat mengenai pelayanan kesehatan yang telah viral di media sosial.

Menurut Sudirman, bahwa kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya seakan-akan mengabaikan pasien BPJS, tidaklah benar.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ia menerangkan, bahwa pasien yang mengeluh tersebut datang pukul 09.49 WITA dan langsung masuk dalam antrean klaster tiga, yakni kelompok pasien dewasa.

“Di klaster tiga pasien memang banyak, baik yang dirujuk maupun berobat biasa. Jadi pasien tetap dilayani, hanya saja harus menunggu giliran. Kami sudah menggunakan sistem rekam medik elektronik (RME), sehingga semua harus antri,” terangnya kepada awak media, Rabu (17/09/2025).

Mengenai dugaan dokter yang marah kepada pasien, ia menjawab bahwa hal itu hanya soal gaya komunikasi.

“Dokter tidak marah. Nada bicaranya memang begitu, beliau sudah lama bertugas di sini. Kalau cuma soal nada tinggi, mungkin sudah banyak pasien yang mengeluh,” kata Sudirman.

Sementara itu, terkait pemeriksaan gula darah, Kepala Puskesmas Dungaliyo itu membenarkan bahwa stok alatnya di laboratorium lagi kosong.

“Stik hanya tersedia di ruangan Program Penyakit Tidak Menular (PTM). Saat petugas hendak mengambil, pasien sudah terlanjur ke apotek. Karena itu, dokter belum sempat menginput resep,” tuturnya.

Terakhir, dengan adanya kejadian tersebut, Sudirman Umar menegaskan akan melakukan evaluasi.

“Masukan masyarakat menjadi bahan penting bagi kami untuk memperbaiki layanan. Harapan kami, masyarakat bisa tetap percaya dan nyaman berobat di Puskesmas Dungalio,” pungkasnya.

Sementara itu, dr. Windy Tjioe yang menangani pasien itu menegaskan, bahwa tidak memarahi hanya mengedukasi pasien.

“Saya bukan marah-marah, mungkin nada suara atau gaya komunikasi saya yang dianggap kurang menyenangkan. Saya hanya mensuport ibu itu, saya bilang, ibu harus kuat harus makan karena ibu memiliki dua anak kecil. Jadi, tidak ada niat saya membentak pasien,” tutupnya.

Share :  
error: Content is protected !!