Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten GorontaloPolitik

Hendra Hemeto Tetap Jadi Saingan Terberat di Musda DPD II Golkar Kabgor

702
×

Hendra Hemeto Tetap Jadi Saingan Terberat di Musda DPD II Golkar Kabgor

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo, Hendra Hemeto. (Foto: Istimewa)

GOSULUT.ID – Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kabupaten Gorontalo (Kabgor) tidak lama lagi akan digelar.

Musda ini tentunya akan menjadi penentu nasib Partai Golkar Kabgor kedepan. Dan siapakah sosok yang paling pantas menduduki kursi pimpinan partai berlambang pohon beringin itu?

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Pertanyaan itu kerap muncul dan menjadi bahan pembahasan serta diskusi oleh sejumlah pengamat politik di Kabupaten Gorontalo.

Banyak nama-nama yang diisukan akan maju dalam Musda ke-XI, mulai dari Zulfikar Usira yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kabgor, Wilfon Malahika, Irwan Dai dan Iskandar Mangopa yang ketiganya adalah Anggota DPRD.

Namun masih ada satu nama yang akan mejadi kuda hitam dan saat ini masih sah memegang kendali DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo yaitu Hendra Hemeto “Sang Politikus Bertangan Dingin”.

Dibawah kepemimpinan Hendra selama 2 periode, elektabilitas Partai Golkar naik tajam dan menjadi pemenang di Kabupaten Gorontalo dalam perhelatan Pileg 2024.

“Secara pribadi saya sampaikan, beliau pak Ketua Hendra masih pantas untuk memimpin 3 periode. Sebab beliau telah terbukti mampu membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Gorontalo, tapi apakah masih boleh maju karena sudah 2 periode. Mungkin ada pertimbangan-pertimbangan karena hal itu pernah terjadi pada beberapa Ketua DPD I maupun DPD II, termasuk pak Rusli Habibie yang memimpin DPD I selama 3 periode,” ungkap salah seorang pengamat politik di Kabupaten Gorontalo kepada awak media ini, Minggu (16/11/2025).

Secara terpisah, salah seorang senior Partai Golkar, Bung Guntur Puluhuwa saat dimintai tanggapan menyampaikan, bahwa dirinya belum tahu apakah Hendra Hemeto masih mau maju atau tidak pada Musda mendatang.

“Setahu saya di Partai Golkar itu ada mekanisme yang harus dilalui jika seorang ketua baik DPD I atau II ingin maju kembali untuk yang ke 3 periode, yaitu yang bersangkutan harus mengajukan permohonan diskresi langsung ke DPP Partai Golkar. Nah, DPP yang akan memutuskan dengan berbagai pertimbangan dan penilaian selama 2 periode kepemimpinan yang bersangkutan (Hendra Hemeto),” Guntur Puluhuwa.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Hendra Hemeto tidak terlalu banyak berkomentar.

“Secara pribadi saya masih siap lahir bathin untuk memimpin Partai Golkar 5 tahun kedepan jika masih mendapat restu dari DPP dan juga restu dari Ibu Ketua DPD I Idah Syahidah serta guru politik sekaligus panutan saya selama ini di Partai Golkar bapak Rusli Habibie,” kata Hendra.

Saat ditanyakan apakah dirinya telah mengajukan permohonan diskresi ke DPP Partai Golkar, ia menjawab, sudah.

“Alhamdulillah sesuai dengan persyaratan tersebur beberapa waktu yang lalu saya sudah mengajukan surat permohonan diskresi ke DPP Partai Golkar,” ungkap mantan Wabup Kabupaten Gorontalo itu.

“Nanti DPP yang akan menilai prestasi yang telah saya torehkan selama 2 periode dan saat ini pemohonan tersebut sedang berproses di DPP. Lalu DPP akan mengambil sikap dan memutuskan, namun terlebih dahulu saya sudah ijin dan melaporkan secara tertulis dan lisan kepada ibu Ketua Idah Syahidah dan juga Ketua Dewan Pertimbangan bapak Rusli Habibie. Dan mereka mempersilahkan, sebab mekanisme itu ada di (DPP) Partai Golkar,” tandas Hendra Hemeto.

Share :  
error: Content is protected !!