GOSULUT.ID – Guna mendukung kesiapan Provinsi Gorontalo untuk menjadi embarkasi haji secara penuh, Bandara Djalaluddin Gorontalo mulai melaksanakan pekerjaan perluasan apron dan pembangunan taxiway, Jum’at (20/02/2026).
Dimulainya proyek tersebut ditandai dengan pemecahan kendi oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kepala Bandara Djalaluddin Joko Harjani, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo dan Ketua DPRD Thomas Mopili di lokasi pembangunan.
Pengembangan fasilitas bandara ini menjadi salah satu kunci utama agar Gorontalo dapat memenuhi syarat sebagai embarkasi haji penuh sekaligus memperkuat konektivitas udara daerah.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menyampaikan, bahwa pekerjaan tersebut menggunakan anggaran dari Kementerian Perhubungan sejumlah kurang lebih Rp40 Miliar.
“Setelah perluasan apron dan pembangunan taxiway ini selesai, kita akan lanjutkan dengan menambah lapisan runway sepanjang 2.500 meter, kalau itu sudah dilaksanakan maka sudah selesai (syarat embarkasi haji penuh terpenuhi),” ucap Gusnar saat diwawancarai awak media.
Ia membeberkan, bahwa di tahun 2026 ini ada dua daerah yang akan menjadi calon embarkasi haji secara penuh yakni Jogja dan Gorontalo.
“Di Jogja, bandaranya oke, tapi mereka tidak memiliki asrama haji, sehingga mereka menggunakan hotel, karena banyak hotel disana yang ada di sekitar bandara,” bebernya.
“Berbeda dengan kita di Gorontalo, asrama haji sudah oke, tinggal bandaranya yang belum oke, nah (untuk pengembangan) bandara ini memerlukan waktu. Sehingga tahun ini yang baru akan disetujui (peresmiannya) baru jogja, insya allah kita menyusul. Target beroperasi paling lambat 2028,” sambung Gusnar Ismail.
Sementara itu, Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani berharap, proyek pekerjaan tersebut selesai tepat waktu.
“Kontraktor pelaksana (mulai besok) akan memulai pekerjaan, mudah-mudahan di bulan November tahun 2026 ini pekerjaannya selesai (tepat waktu),” harapnya.
Meski ada proyek pembangunan di kawasan Bandara, Joko memastikan penerbangan tidak akan terganggu dan tetap berjalan seperti biasa.
“Karena lokasi (pekerjaan proyeknya) di sebelah apron existing, tentunya tidak mengganggu. Tetapi yang namanya aturan penerbangan, pemberitahuan bahwa ada pekerjaan di Kawasan Bandara itu wajib dilaksanakan,” tegasnya.
“Jadi semua SOP nya akan kita laksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada,” tambah Joko Harjani.


















