GOSULUT.ID – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan daging kurban yang beredar di masyarakat memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
Kebijakan pengawasan terpadu tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Gorontalo Nomor: 500.7.2/DPKH/186/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyebaran Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS)/Zoonosis dalam Rangka Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M di Kabupaten Gorontalo.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, Endi Triyanto Manyo’e menjelaskan, ada tiga fokus utama dalam pengawasan kali ini.
“Pertama akselerasi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dimana vaksinasi dilakukan secara masif di sentra-sentra peternakan sapi agar ternak memiliki kekebalan tinggi sebelum didistribusikan. Kedua, monitoring Tempat Pemotongan Hewan (TPH). Tim pengawas melakukan pemeriksaan klinis secara ketat, baik sebelum (ante-mortem) maupun sesudah (post-mortem) pemotongan. Pemeriksaan ini untuk menjamin kualitas kelayakan daging sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar halal,” jelas Endi Triyanto Manyo’e kepada Gosulut.id, Selasa (19/05/2026).
“Lalu ketiga, surveilans penyakit ternak. Pengawasan diperketat melalui deteksi dini pada lalu lintas hewan di pasar ternak dan tempat penampungan atau penjualan. Jika ditemukan ternak yang terindikasi sakit, hewan tersebut akan langsung diisolasi dan ditangani sesuai protokol biosekuriti,” sambungnya.
Ia menegaskan, bahwa fokus pihaknya adalah memastikan hewan kurban yang beredar memenuhi aspek ASUH. Mulai dari kesehatan ternak, proses pemotongan, hingga distribusi daging ke masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, Rita Marwati menambahkan bahwa penanganan kesehatan hewan kurban, khususnya sapi, sudah dilakukan sejak jauh hari.
“Kesiapan menjelang Hari Raya Idul Adha sudah kami lakukan. Untuk penanganan kesehatan hewan, khususnya sapi, kami telah memberikan pelayanan (vaksinasi) kepada 7.225 ekor sapi,” tambah Rita Marwati.
Rita memastikan, hingga saat ini belum ditemukan penyakit seperti antraks dan PMK, baik dari hasil pengamatan di lapangan maupun uji laboratorium.
“Insya Allah tidak akan ditemukan penyakit seperti antraks dan PMK. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin mengonsumsi daging sapi kurban,” katanya.
Rita menyebut angka tersebut akan terus bertambah karena petugas masih berada di lapangan dan vaksinasi terus berjalan.
Dengan langkah tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo berharap pelaksanaan Idul Adha 1447 H dapat berjalan aman dan lancar. (Adv)








