Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Didik Siswa Bermasalah Tanpa Hukuman, SMA Negeri 2 Limboto Patut Dicontoh

486
×

Didik Siswa Bermasalah Tanpa Hukuman, SMA Negeri 2 Limboto Patut Dicontoh

Sebarkan artikel ini
Kepala SMA Negeri 2 Limboto Maryam Ui bersama sejumlah siswa.

GOSULUT.ID – SMA Negeri 2 Limboto ternyata memiliki cara unik dalam membina siswa-siswa yang dianggap bermasalah.

Salah satunya seperti siswa yang kerap datang terlambat, bolos, melompat pagar, hingga merokok di lingkungan sekolah, bukannya diberi sanksi keras, tetapi pihak sekolah justru menugaskan mereka menjadi tim penyuluh bahaya merokok setiap Jumat berkah.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kepala Sekolah SMA 2 Limboto, Maryam Ui menyebutkan, bahwa tidak ada siswa yang dianggap bermasalah, kemudian disebut anak nakal. Bagi Maryam, mereka adalah anak-anak unik, yaitu siswa dengan potensi besar yang membutuhkan pendekatan berbeda agar bisa berkembang secara positif.

‎‎“Kami tidak menyebut mereka anak nakal, tapi anak-anak unik. Mereka punya potensi besar, hanya saja belum ketemu dengan cara bimbingan yang tepat,” ucap Maryam Ui kepada awak media,  Jumat (17/10/2025).

‎Melalui kegiatan itu, kata dia, para siswa tampil di lapangan dan menyampaikan pesan edukatif kepada teman-teman mereka sendiri.

‎”Kami ingin mereka belajar dari pengalaman. Dengan menjadi penyuluh, mereka paham bahwa merokok bukan hal yang membanggakan, tapi kebiasaan yang perlu mereka ubah,” katanya.

‎Langkah tersebut menjadi bagian dari program regulasi diri siswa, dimana sekolah melakukan asesmen untuk memahami akar penyebab perilaku yang muncul.

“‎Setiap siswa diminta menulis kisah pribadi tentang kehidupan mereka di rumah maupun di sekolah. Dari situ, guru dapat menelusuri faktor lingkungan dan pola asuh yang mungkin memengaruhi sikap anak,” imbuh Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Limboto itu.

‎Dari hasil asesmen, ditemukan 14 siswa yang masuk dalam kategori anak unik dan kini mendapat pendampingan khusus.

‎Pendekatan ini juga melibatkan orang tua melalui kegiatan “Orang Tua Belajar di Sekolah” yang rutin digelar setiap semester. Tujuannya agar orang tua lebih memahami pola mendidik yang efektif serta menjadi teladan bagi anak-anak mereka.

‎Lewat pendekatan yang lembut dan edukatif, SMA Negeri 2 Limboto membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berubah asalkan dibimbing dengan pola yang tepat dan penuh kasih.

Pembinaan siswa yang dilakukan oleh SMA Negeri 2 Limboto ini patut menjadi contoh bagi seluruh sekolah yang ada di Provinsi Gorontalo.

Share :  
error: Content is protected !!