GOSULUT.ID – Sebenarnya Provinsi Gorontalo memiliki banyak potensi yang dapat menambah dan meningkatkan pundi-pundi pendapatan, namun bagi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo belum digali oleh pemerintah provinsi.
Hal ini mengemuka pada rapat lanjutan banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (06/08/2025) dalam rangka membahas finalisasi KUA PPAS APBD induk tahun anggaran 2026 sebagai tindak lanjut hasil pelaksanaan rapat banggar bersama komisi-komisi baru-baru ini.
“Di daerah ini banyak perusahaan yang beraktifitas, misalnya perusahaan tambang, sawit, perusahaan jagung, dan lain sebagainya, dari mereka banyak yang bisa kita lebih gali lagi sehingga menopang pendapatan daerah semakin meningkat,” ungkap salah satu anggota banggar, Espin Tulie, Rabu (06/08/2025).
Selain dari perusahaan-perusahaan tadi juga dari pajak khususnya sektor pertanian, kemudian perikanan dan kelautan melalui unit-unit pelaksana teknis daerah (UPTD).
“Ini perlu kita tinjau lagi target dari dinas perikanan dan kelautan mungkin bisa kita naikkan sedikit-sedikit begitu juga dari dinas pertanian misalnya lewat brigade alsintan. Belum lagi pajak pemanfaatan air permukaan tanah ini juga penting untuk kita gali dan optimalkan,” sambungnya.
Srikandi PDI-P yang juga Ketua Komisi III tersebut menganggap penting untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dari ASN atau petugas yang melakukan pemungutan pajak.
“Para petugas ini perlu kita berdayakan, mereka kita berikan apresiasi semacam reward jika mampu meraih dan mencapai target, bila perlu insentif mereka kita bedakan dari orang lain yang hanya duduk-duduk dibelakang meja sementara mereka ini yang bekerja dor to dor,” pungkasnya.


















