GOSULUT.ID – Tiga partai besar koalisi pemerintahan kompak menyatakan dukungan agar Prabowo Subianto kembali maju sebagai calon presiden di Pilpres 2029.
Dukungan tersebut datang dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketiganya menilai Prabowo layak melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode.
Dari PAN, Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi menegaskan, sikap dukungan terhadap Prabowo telah disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
“Sikap itu sudah dinyatakan resmi oleh Ketua Umum PAN, Bang Zulkifli Hasan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN tahun 2025 lalu,” kata Viva dikutip dari cnnindonesia, Senin (12/10/2026).
Viva menyebut sikap PAN sudah jelas dan tak perlu dipertanyakan lagi. Menurutnya, pertanyaan soal arah dukungan justru seharusnya ditujukan kepada partai yang masih bersikap wait and see.
“Justru yang harus ditanya itu kepada partai-partai yang masih mengambang, masih berhitung, masih wait and see,” ujarnya.
Untuk sosok calon wakil presiden, PAN menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo.
Senada, Wakil Ketua Umum PKB, Faisol Reza, menyatakan PKB mendukung 1000 persen pencalonan kembali Prabowo Subianto.
“PKB mendukung 100 persen atau bahkan 1.000 persen pencalonan kembali Prabowo Subianto sebagai capres 2029, karena memang beliau sangat layak kembali memimpin Indonesia untuk dua periode,” kata Faisol dikutip dari detik.com, Senin (12/10).
Faisol beralasan, sejumlah program strategis pemerintah telah berjalan baik, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
“Jangan sampai beliau berpikiran rakyat sudah tidak mendukung. Padahal, rakyat mendukung beliau untuk maju kembali memimpin Indonesia. Baik diutarakan secara langsung maupun melalui partai politik,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia juga memastikan partainya mendukung Prabowo sebagai capres 2029. Namun untuk cawapres, Golkar belum menentukan.
“Standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (9/10).
Doli menyebut penentuan cawapres biasanya dilakukan menjelang pendaftaran.
“Kenapa tidak sekaligus calon wakil presidennya? Pertama, waktu itu saya jelaskan, untuk penetapan atau penentuan penetapan calon wakil presiden itu selalu nanti biasanya menjelang-menjelang, pendaftaran capres dan cawapres,” tutupnya.







