Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Komisi III Datangi TransNusa, Lobi Penambahan Maskapai dan Rute Penerbangan

59
×

Komisi III Datangi TransNusa, Lobi Penambahan Maskapai dan Rute Penerbangan

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID — Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo bersama pimpinan DPRD, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo dan Kepala Bandara Djalaluddin melakukan kunjungan ke manajemen PT TransNusa Aviation, Kamis (1/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melobi penambahan maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju Gorontalo, khususnya untuk rute Gorontalo-Manado, Gorontalo-Makassar hingga konektivitas lanjutan menuju Surabaya.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ketua Komisi III, Espin Tulie, menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara saat ini terus meningkat. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan penerbangan yang memadai. Untuk rute Gorontalo-Manado saat ini baru dilayani oleh satu maskapai dengan frekuensi penerbangan sekitar tiga kali dalam sepekan. Sementara itu, rute Gorontalo-Makassar memang tersedia setiap hari, tetapi baru terdapat satu kali penerbangan dalam sehari.

“Kita melihat kebutuhan penumpang yang mulai bertambah. Intensitas masyarakat bepergian dari Gorontalo ke Manado maupun Gorontalo ke Makassar semakin tinggi, sementara kapasitas penerbangan yang tersedia masih terbatas,” ujar Espin.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama DPRD dan pihak Bandara Djalaluddin. Gubernur Gorontalo juga terus melakukan komunikasi dan lobi dengan sejumlah maskapai, termasuk TransNusa dan Citilink agar dapat membuka atau menambah layanan penerbangan di Gorontalo.

Dalam pertemuan dengan jajaran manajemen PT TransNusa Aviation, upaya itu mendapat sambutan positif dari Direktur PT TransNusa Aviation, Bernard Francis Leo Budiman.

Espin mengungkapkan, pihak TransNusa menyampaikan sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum rencana penambahan penerbangan tersebut dapat direalisasikan.

“Pak Leo dan jajarannya menyambut positif. Hanya ada beberapa syarat yang disampaikan. Mudah-mudahan ini bisa disetujui oleh Bapak Gubernur dan khususnya Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” katanya.

Karena itu, ditegaskan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah dan pengelola Bandara Djalaluddin untuk memastikan seluruh kesiapan, data serta kebutuhan daerah dapat dipenuhi.

Menurutnya, penambahan maskapai tidak hanya berkaitan dengan pelayanan transportasi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini yang harus kita dorong bersama, DPRD, pemerintah daerah dan kepala bandara. Kita harus memastikan semua kesiapan, data dan kebutuhan Provinsi Gorontalo terkait penambahan maskapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan konektivitas udara menjadi semakin penting seiring dengan mulai bertambahnya aktivitas investasi dan mobilitas masyarakat di Gorontalo.

“Selain untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, ini juga untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam bepergian. Konektivitas melalui udara harus bisa terlayani dengan baik, apalagi sudah banyak perusahaan yang mulai berinvestasi di Gorontalo,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu pihak TransNusa juga mempertanyakan potensi pariwisata Gorontalo yang dapat menjadi daya tarik bagi peningkatan konektivitas penerbangan.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab dengan pemaparan mengenai berbagai destinasi wisata yang dimiliki Gorontalo dan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu pendukung peningkatan konektivitas udara.

Espin menyebut pengembangan konektivitas penerbangan dapat berjalan seiring dengan penguatan sektor pariwisata. Ia mencontohkan perkembangan konektivitas penerbangan di Provinsi Sulawesi Utara yang telah membuka peluang penerbangan ke sejumlah destinasi internasional. Bahkan, TransNusa saat ini telah membuka rute penerbangan dari Manado menuju China.

“Kita berharap Gorontalo juga bisa seperti itu. Potensi pariwisata yang kita miliki harus terus kita dorong agar bisa menjadi salah satu daya tarik bagi maskapai untuk membuka dan mengembangkan rute penerbangan dari Gorontalo,” katanya.

Upaya memperkuat konektivitas udara tersebut juga dinilai sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendorong terwujudnya embarkasi haji penuh di Gorontalo.

Dengan adanya peningkatan konektivitas udara, akses masyarakat Gorontalo untuk melakukan perjalanan antardaerah maupun ke luar negeri diharapkan semakin terbuka.

“Semoga dalam waktu dekat ini bisa terlaksana. Kita tentu akan terus mendorong dan mengawal prosesnya, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara yang lebih baik dapat terwujud,” tandasnya.

Share :